Poin Krusial Kesepakatan Iran-AS
Kesepakatan tentatif ini ibarat sebuah rumah kaca yang sangat rapuh. Maksudnya, rumah tersebut indah dilihat dari luar, tetapi bisa hancur oleh angin kecil.
Dunia harus sadar bahwa “perdamaian” yang sedang dirancang bukanlah akhir dari konflik, melainkan awal dari babak baru negosiasi yang jauh lebih alot.
Kemungkinan besar, MoU ini akan ditandatangani dalam bentuk yang sangat umum—hanya berisi komitmen untuk membuka selat dan gencatan senjata—sementara isu nuklir dan aset beku ditunda.
Namun, tanpa mekanisme verifikasi yang kuat dan tanpa penyelesaian masalah Lebanon, kesepakatan itu hanya akan menjadi plester di atas luka yang menganga.
Jika Trump terlalu terburu-buru merayakan kemenangan diplomatik, ia bisa berakhir seperti pendahulunya, yakni dituduh “mengkhianati sekutu” dan “membiarkan Iran menyimpan bom.”
Sebaliknya, jika Iran merasa diulur-ulur, mereka bisa kembali mempersulit Selat Hormuz yang semakin potensial menaikkan harga-harga di dunia.[]






