Pokok-Pokok Pidato Perdana Khalil al-Hayya sebagai Pemimpin Hamas
Berjanji Membangun Kembali Gaza
Al-Hayya menyampaikan “salam penuh ketulusan dan kesetiaan” kepada rakyat Gaza yang disebutnya sebagai “tanah kebanggaan”.
Ia menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan pernah dipaksa meninggalkan Gaza dan Hamas akan berupaya mengurangi penderitaan penduduk wilayah tersebut sekaligus membangun kembali Gaza.
“Wahai rakyat Gaza, keluargaku dan bangsaku, tempat aku menghabiskan hidupku, kami mengenal kalian dan kalian mengenal kami. Kami memahami betapa besar penderitaan yang telah dan masih kalian alami serta luka-luka yang menimpa kalian.”
Ia menggambarkan kondisi warga Gaza yang kini hidup di tenda-tenda darurat. “Kalian hidup di tenda-tenda dan tempat perlindungan seadanya, dengan tanah sebagai alas tidur dan langit sebagai selimut. Berapa banyak hari berlalu tanpa kalian menemukan makanan untuk menghibur anak-anak kalian yang menangis?”
Menurut al-Hayya, salah satu prioritas Hamas adalah memulihkan kehidupan yang layak bagi rakyat Gaza.
“Salah satu prioritas kami adalah mengembalikan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat kami di Gaza, menggagalkan seluruh rencana, terutama yang bertujuan mengusir penduduk, serta mempercepat proses rekonstruksi. Hal itu merupakan hak yang melekat pada rakyat kami, bukan hadiah atau kebaikan dari siapa pun, dan tidak boleh dikaitkan dengan tawar-menawar, konsesi, ataupun sikap politik.”
Ia meyakinkan rakyat Palestina bahwa Hamas akan terus bekerja dengan segala cara untuk mengurangi penderitaan mereka.
“Kami akan terus bekerja ke segala arah sampai kami mampu meringankan penderitaan dan rasa sakit kalian serta mengembalikan Gaza menjadi tempat yang layak bagi rakyatnya yang mulia, tangguh, dan sabar, hingga kita kembali menyaksikan Gaza yang indah dan bercahaya seperti yang dahulu kita kenal.”
Berjanji Membebaskan Para Tahanan Palestina
Al-Hayya memuji sejarah panjang perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel melalui berbagai pemberontakan dan intifada selama bertahun-tahun.
“Saya memberi penghormatan kepada rakyat Palestina yang sabar, tangguh, dan tetap bertahan di tanah mereka serta berpegang teguh pada hak-haknya.”
Ia menambahkan: “Dari generasi ke generasi, baik di Palestina, kamp-kamp pengungsi maupun diaspora, rakyat kami telah membuktikan bahwa mereka adalah bangsa pejuang yang tidak akan pernah meninggalkan tanah dan hak-haknya. Sebab tidak ada hak yang akan hilang selama masih ada orang yang memperjuangkannya.”
Al-Hayya menyatakan Hamas akan: “Berupaya membebaskan para tahanan, mengakhiri penderitaan mereka, dan memberikan kehidupan yang layak sesuai dengan perjuangan dan pengorbanan mereka.”






