Pokok-Pokok Pidato Perdana Khalil al-Hayya sebagai Pemimpin Hamas
Perdamaian Kawasan Tidak Akan Tercapai Tanpa Keadilan bagi Palestina
Menurut al-Hayya, Timur Tengah tidak akan pernah terbebas dari konflik selama rakyat Palestina belum diperlakukan secara adil.
“Apa yang disaksikan kawasan saat ini membuktikan bahwa stabilitas rakyat Palestina adalah kunci stabilitas kawasan.”
Kepada masyarakat internasional, ia mengatakan bahwa: “Standar keadilan runtuh sepenuhnya jika kalian gagal melindungi rakyat Gaza.”
Mengapresiasi Negara-Negara Mediator
Al-Hayya menyampaikan penghargaan kepada negara-negara yang berupaya menjadi mediator untuk menghentikan perang Israel di Gaza, meskipun ia tidak menyebut Amerika Serikat.
“Kami menghargai peran para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki yang mengerahkan segala upaya untuk menghentikan pertumpahan darah yang terus berlangsung di Jalur Gaza.”
Ia juga meminta para mediator serta masyarakat internasional memberikan tekanan kepada Israel agar mematuhi ketentuan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan disepakati pada Oktober 2025, yang menurutnya sebagian besar tidak dijalankan Israel.
Ia meminta: “Negara-negara yang menjadi penjamin jalur perundingan agar memberikan tekanan nyata kepada pemerintah pendudukan supaya melaksanakan apa yang telah disepakati.”
Optimistis Palestina Akan Mencapai Tujuannya
Menutup pidatonya, al-Hayya menyatakan optimistis bahwa melalui kerja keras, tekad yang kuat, dan dukungan masyarakat dunia terhadap rakyat Gaza, bangsa Palestina akan mampu mencapai cita-citanya.
“Kami yakin bahwa bersama-sama, melalui kerja keras yang sungguh-sungguh, bersama rakyat kami yang tulus, bangsa kami, dan orang-orang merdeka di seluruh dunia yang telah berdiri bersama Gaza serta menjadikannya simbol kemanusiaan, pembebasan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan, kami mampu mewujudkan semua itu.” []
Sumber: Al Jazeera






