DAERAH

PPHQ Al-Falakiyah Gelar Haflah Tasyakur Khatmil Qur’an

Apresiasi juga datang dari Ujang Supriyatna, Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Bogor. Saat sambutan, ia mengaku terkesan dengan sistem pendidikan yang diterapkan Al-Falakiyah karena mampu menggabungkan pendidikan Al-Qur’an dan kitab kuning secara seimbang.

“Saya melihat pondok ini memiliki ciri khas yang luar biasa. Tidak hanya fokus pada Al-Qur’an, tetapi juga kitab kuning. Bahkan tim media pondok juga sangat baik. Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan tim media Al-Falakiyah dalam berbagai kegiatan publikasi bersama Kementerian Agama,” ujarnya.

Ia optimistis lulusan Al-Falakiyah akan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat karena memiliki bekal hafalan Al-Qur’an, penguasaan kitab kuning, serta berbagai keterampilan lainnya.

“Kami juga akan mengenalkan melalui media sosial Kementerian Agama bahwa di tengah Kota Bogor ada pondok pesantren yang memiliki kualitas pendidikan Al-Qur’an dan kitab kuning yang sangat baik.” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Cabang Qiraati Bogor 1, Ustadz Qomaruddin, saat sambutan mengajak seluruh hadirin untuk terus mencintai Al-Qur’an. Menurutnya, keberkahan akan selalu menyertai siapa saja yang dekat dengan Al-Qur’an.

“Para santri di sini mengaji lima waktu bahkan lebih setiap harinya. Ini adalah keberuntungan yang luar biasa. Bersama Al-Qur’an hidup akan menjadi lebih indah dan penuh keberkahan.” ungkapnya.

Keunggulan lain Al-Falakiyah juga tampak pada pembelajaran Amtsilati. Pengajar Kitab Kuning, Sulaiman Jamal, menjelaskan bahwa metode tersebut dirancang untuk mempermudah santri memahami ilmu nahwu dan sharaf yang selama ini dikenal cukup sulit.

Pembelajaran terdiri atas enam jilid yang ditargetkan selesai dalam waktu enam bulan. Menurutnya, setiap jilid dipelajari sekitar satu minggu dengan sistem pembelajaran lima kali sehari yang dipadukan antara hafalan dan penyampaian materi.

“Tahun ini ada 50 santri yang mengikuti program Amtsilati, terdiri dari 27 santri putra dan 23 santri putri. Alhamdulillah seluruhnya lulus sesuai standar pusat. Bahkan di tempat lain biasanya membutuhkan waktu hingga satu tahun.” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah menyelesaikan enam jilid Amtsilati, para santri akan diarahkan untuk memperbanyak praktik membaca kitab kuning secara langsung sebagai bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari.

Menjelang malam, suasana semakin emosional ketika prosesi Wisuda 30 Juz dimulai. Satu per satu nama santri dipanggil menuju panggung untuk menerima penghargaan atas perjuangan panjang mereka. Tak sedikit orang tua yang meneteskan air mata, memeluk putra-putrinya dengan penuh rasa syukur setelah menyaksikan perjalanan panjang yang akhirnya berbuah manis.

Tangis haru yang memenuhi lokasi menjadi saksi bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan hasil dari doa, pengorbanan, kesabaran, serta perjuangan yang dilakukan bersama antara santri, guru, dan keluarga.

Haflah Tasyakur Khatmil Qur’an PPHQ Al-Falakiyah tahun 2026 pun menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi duniawi, tetapi juga dari lahirnya generasi berilmu, berakhlak, dan dekat dengan Al-Qur’an. Di tengah derasnya tantangan zaman, hadirnya para penghafal Al-Qur’an diharapkan mampu menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa, sekaligus membuktikan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an akan selalu melahirkan keberkahan sepanjang hayat. [rifa]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button