Presiden Erdogan Tak Akan ‘Landing’, Jika Trump Tetap Undang Netanyahu ke KTT Gaza
Kairo (SI Online) – Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, menunjukkan taringnya. Ia berani melawan Presiden AS, Donald Trump, yang mengundang pemimpin otoritas Israel, Benjamin Netanyahu ke KTT Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir, Senin (13/10/2025) lalu.
Kehadiran Netanyahu di KTT Sharm el-Sheikh tampaknya telah dipastikan oleh Trump melalui panggilan telepon dari Israel pada Senin pagi (13/10) dengan al-Sisi.
Erdoğan menyatakan, dirinya idak akan mendaratkan pesawatnya di Sharm el-Sheikh jika undangan tersebut tetap berlaku untuk Netanyahu.
Erdoğan berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi dari pesawatnya di atas wilayah udara Mesir untuk menyampaikan keberatannya.
Menurut media Turkiye, Daily Sabah pada Senin malam, Erdogan langsung bereaksi setelah mendengar laporan tentang perkiraan kehadiran Netanyahu dalam perjalanan ke Mesir.
Saat pesawat kepresidenan Turki bersiap mendarat, Erdogan dilaporkan memerintahkan pilot untuk tetap di udara, menginstruksikan pesawat untuk berputar di atas Laut Merah.
Pertarungan kekuasaan diplomatik di udara itu terjadi setelah diumumkan bahwa Perdana Menteri Israel telah menerima undangan terlambat dari Trump untuk menghadiri konferensi yang dipimpin bersama oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sisi di Mesir.
Sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel berbunyi: “Perdana Menteri Netanyahu diundang oleh Presiden AS Donald Trump untuk berpartisipasi dalam konferensi yang diadakan hari ini di Mesir. Perdana Menteri berterima kasih kepada Presiden Trump atas undangannya, tetapi menyatakan bahwa ia tidak dapat hadir karena acara tersebut terlalu dekat dengan dimulainya hari raya.”
Tidak jelas apakah penolakan Erdogan untuk mendarat di KTT tersebut menjadi alasan Netanyahu mengubah rencananya. Namun, Erdogan berbicara kepada al-Sisi untuk menyampaikan keberatannya dari pesawatnya di atas Mesir.
CNN melaporkan, Turkiye juga memberi tahu Amerika Serikat bahwa Netanyahu tidak boleh berpartisipasi dalam pertemuan puncak Mesir.
Jaringan media tersebut mengatakan bahwa undangan Mesir kepada Netanyahu — yang tampaknya ditengahi oleh AS — menyebabkan Turkiye dan negara-negara Muslim lainnya mengancam akan memboikotnya.[]






