Prihatin Bangunan Pesantren Roboh, HNW Dukung Pembentukan Ditjen Pesantren
Sehingga setelah lulus dari Pesantren, para santri bisa berkontribusi kembali ke Pesantren dan berkontribusi sesuai bidang keilmuan yang dimiliki, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan bangunan beserta seluruh santri di dalamnya, agar tidak terulang lagi kasus robohnya bangunan Pesantren.
“Tentu kita yakin tidak ada pengasuh Pesantren yang ingin mencelakakan santrinya sendiri dengan hadirnya bangunan yang rapuh atau tidak sesuai aturan bernegara. Maka Negara juga harus hadir meningkatkan profesionalitas, keahlian dan keterampilan santri dan alumni Pesantren baik dalam ilmu-ilmu Agama maupun umum, agar para alumni Pesantren bisa berkontribusi membangun gedung-gedung di Pesantren yang memenuhi standar, dan mengembangkan Pesantren sesuai dengan standar mutu dan kelayakan yang berlaku,” sambungnya.
“Sehingga tidak terjadi lagi misalnya pembangunan gedung yang tidak sesuai spesifikasi, dengan adanya selain yang makin alim dalam tafaqquh fid din, alumni Pesantren yang melalui beasiswa Dana Abadi Pesantren ada juga yg menjadi ahli di bidang teknik sipil, arsitek, ahli gizi, dokter dan lainnya, yang dengan keberadaan mereka di Pesantren bisa meningkatkan kualitas dan turut memastikan keamanan bangunan gedung/masjid, dan tidak terulangnya tragedi yang korbannya dari puluhan Santri itu,” pungkas Hidayat. [ ]






