GERAKAN ISLAM

Rawat Warisan Pak Natsir, DDII Perkuat Kaderisasi dan Pengiriman Dai ke Wilayah 3T

130 Dai Generasi Awal Masih Aktif Berdakwah

Dalam kesempatan tersebut, Adian juga mengungkap fakta menarik mengenai keberadaan para dai generasi awal Dewan Dakwah. Saat ini masih terdapat sekitar 130 dai yang pernah menerima surat keputusan penugasan dari Mohammad Natsir dan masih aktif berdakwah. “Umurnya rata-rata sudah 70 tahunan, itu masih aktif berdakwah hingga kini,” katanya.

Keberadaan para dai senior tersebut menjadi bukti panjangnya mata rantai perjuangan Dewan Dakwah sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi dai muda. Ia berharap para dai senior dapat terus berbagi pengalaman kepada para dai yang akan diberangkatkan ke berbagai daerah.

Dalam acara tersebut hadir pula sejumlah tokoh dan dai senior yang memiliki sejarah panjang dalam gerakan dakwah Dewan Dakwah. Salah satunya Ustaz Abu Nida dari Yogyakarta yang disebut sebagai salah satu dai generasi awal yang mendapatkan kaderisasi secara sistematis.

Kaderisasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan dakwah pedalaman Dewan Dakwah selama 55 tahun.

Adian juga menyinggung tantangan pembiayaan yang masih dihadapi dalam pengiriman dan pembinaan dai. Untuk mendukung penugasan ratusan dai selama dua tahun, Dewan Dakwah membutuhkan dana sekitar Rp5 miliar.

Ia menyampaikan apresiasi kepada LAZNAS Dewan Dakwah serta para mitra donatur yang turut menggalang dukungan untuk keberlangsungan program tersebut.

Saat ini, DDII terus berupaya meningkatkan mukafaah atau insentif bagi para dai yang bertugas di berbagai daerah. Adian menyebut mukafaah dai yang sebelumnya Rp500 ribu per bulan telah dinaikkan menjadi Rp550 ribu bagi para dai senior tertentu, sementara untuk dai yang sedang bertugas dalam program penempatan terdapat skema mukafaah yang lebih tinggi.

Namun, persoalan dakwah tidak semata-mata dapat diukur dari besaran materi yang diterima oleh para dai. Ia justru menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian dan keteguhan jiwa dakwah agar para dai tidak mudah tergoda oleh kepentingan duniawi.

Menjaga “Ruh Perjuangan” Para Pendiri

Lebih jauh, Adian menegaskan bahwa tugas utama Dewan Dakwah bukan sekadar mengirim dai, melainkan memastikan agar tradisi dan semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri tetap hidup pada generasi berikutnya.

“Tradisi Dewan Dakwah ini jiwa dakwah, ruh dakwah, ruh perjuangan itu selalu mengalir. Insyaallah kita jaga terus,” tegasnya.

Ia berharap para dai yang dilepas dapat menjadi bagian dari perjuangan untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Menurut Adian, dakwah tidak hanya berkaitan dengan pembinaan iman dan takwa, tetapi juga harus hadir dalam pendidikan, akhlak, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan kita bisa tingkatkan lagi itu untuk mengokohkan NKRI dalam wujud yang nyata. Kita membina iman, takwa, akhlak mulia, bahkan memberdayakan ekonomi masyarakat dengan menyelenggarakan pendidikan,” pungkasnya.

Dalam acara tasyakur tersebut, selain para dai senior, turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto yang mewakili Menteri Pertanian, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah Republik Indonesia, perwakilan Pemprov Sumatera Barat, serta tamu undangan lainnya.[]

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button