Rayakan Gencatan Senjata, Tapi Jangan Lupa: Gaza Bertahan Sendiri
Para pemimpin Barat kini mengklaim pujian atas “perdamaian”, tetapi kelangsungan hidup Gaza hanya milik rakyatnya sendiri.
Satu-satunya masa depan yang adil adalah pembebasan sepenuhnya — satu negara demokratis dengan hak yang setara bagi semua, dimulai dari hak Gaza untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa blokade, tanpa pendudukan, dan tanpa kendali asing yang disamarkan sebagai penjaga perdamaian.
Namun pertama-tama, rakyat Gaza berhak untuk berduka, menghitung dan menguburkan korban mereka dengan layak, dan di atas segalanya, merasakan momen kecil kebahagiaan ini.
Melalui penderitaan yang tak terbayangkan, rakyat Palestina telah memperoleh hak untuk mendefinisikan sendiri makna kebebasan. Dunia tak punya hak untuk mengatakan sebaliknya.
Bagi kami yang hidup di Barat, kami harus memastikan dunia tidak kembali ke “normal”.
Kita tak boleh terbuai oleh berhentinya serangan udara sementara pendudukan masih terus berlangsung.
Israel tidak bisa melanjutkan hidup seolah tidak melakukan kejahatan terbesar abad ini.
Ratusan ribu rakyat Palestina yang gugur dan terluka menuntut keadilan yang tak bisa ditolak.
Kita tidak boleh berhenti sampai seluruh sistem pendudukan dan apartheid dihancurkan dan digantikan oleh pembebasan.
Ini baru permulaan.
Bebaskan Palestina, dari sungai hingga ke laut. []
Sumber: Al Jazeera






