#Gencatan SenjataINTERNASIONAL

‘Robot Meledak Israel’ Masih Meneror Permukiman Gaza

Um Ahmed al-Dreimli, warga Sabra di Kota Gaza, menggambarkan baunya sebagai “campuran bubuk mesiu dan logam terbakar yang menempel di paru-paru kami, membuat kami sulit bernapas lama setelah ledakan.”

Perempuan berusia 50 tahun, ibu dari tiga anak — yang tertua bernama Ahmed, berusia 10 tahun — sedang berada di rumah masa kecilnya yang rusak ketika mendengar teriakan tetangga dari jalan, memperingatkannya akan bahaya.

Ledakan terjadi beberapa saat kemudian, tanpa peringatan dari Israel.

Suara ledakan itu berbeda, kata Um Ahmed. Memiliki “gemuruh logam berat,” bukan seperti “suara jet atau drone, atau desingan rudal mendekat yang biasa kami dengar… rasanya seolah tanah di bawah kaki kami ditarik pergi,” kenangnya.

Pendahulu Invasi

Mohammed Abu Tamous dari departemen media Pertahanan Sipil dan Ambulans mengatakan telah melihat robot peledak berkali-kali selama bertugas di lapangan.

“Ketika berencana menginvasi wilayah tertentu, tentara menggunakan robot ini untuk meratakan bangunan dan menghapus tanda-tanda lokasi agar kendaraan lapis baja bisa maju,” katanya.

Robot-robot ini digunakan di seluruh Gaza utara — termasuk kamp Jabalia, Beit Hanoon, Tal az-Zaatar, Beit Lahiya, Tuffah, Shujayea, Zeitoun, Sabra, Sheikh Radwan, Abu Iskandar, dan pusat kota Jabalia.

Tidak ada sirene atau suara roket datang — hanya ledakan besar diikuti kepulan asap putih.

“Serangan udara mungkin menghancurkan dua atau tiga rumah di sekitar target, tapi robot itu menghancurkan satu deretan penuh — sepuluh rumah sekaligus,” kata Abu Tamous.

Ia menambahkan, tentara Israel menggunakan robot peledak ini di daerah padat penduduk yang telah mereka kepung, untuk mencegah tim medis dan pertahanan sipil masuk menyelamatkan korban.

Bahkan ketika tim penyelamat akhirnya bisa masuk, kerusakan yang ditinggalkan begitu parah sehingga mereka sulit mengenali batas jalan atau lokasi bangunan.

Selama gencatan senjata Januari lalu, tambahnya, tim menemukan satu robot yang belum meledak di Tal al-Zaatar dan sempat memeriksa isinya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button