#Bebaskan PalestinaRESONANSI

Saya Memutuskan untuk Tetap di Kota Gaza Saat Israel Berusaha Menghapusnya

Saya tahu kengerian dikepung dan dibom, tetapi saya tidak akan pergi. Saya menolak kematian perlahan akibat pengusiran paksa.

Saya berusaha mengalihkan pikiran itu dengan belajar untuk ujian akhir dan mengerjakan tugas, tetapi sulit. Kadang saya hanya menghitung detik di antara dentuman ledakan. Setiap malam saya bertanya-tanya apakah malam ini tentara Israel akan menyerbu. Ketakutan itu konstan, menekan dada saya seperti beban yang tak bisa saya angkat.

Setiap pagi saya merasa itu mukjizat bisa bangun hidup-hidup. Saya memandang keluarga saya dan menyerap kehangatan keberadaan. Keberadaan — itulah yang kini paling sulit.

Makanan dan air langka. Kami sudah berbulan-bulan tidak melihat sayuran, buah, telur, dan daging. Di pasar, yang ada hanya keripik, mi instan, Nutella, dan biskuit. Makanan kaleng tak terjangkau. Tepung, beras, dan lentil ada dalam jumlah kecil tetapi dengan harga tinggi.

Peralatan kebersihan juga jarang, terutama tisu dan pembalut. Obat hampir mustahil didapat, membuat orang sakit dan lansia tak berdaya. Untuk air, seseorang harus mempertaruhkan nyawa berjalan jauh mengisi wadah. Kayu bakar jadi barang mewah: 1 kg dijual seharga $2, cukup hanya untuk merebus satu ketel air teh.

Kematian mengepung Kota Gaza dari segala arah. Kota ini runtuh perlahan, dan jiwa saya ikut hancur bersamanya.

Saya tidak benar-benar yakin apakah saya akan selamat kali ini atau tidak. Namun yang saya yakini adalah saya akan tetap di Kota Gaza sampai akhir. Pengungsian mungkin memberi peluang 1 persen untuk bertahan secara fisik, tetapi saya tidak mencari keberadaan yang membunuh jiwa saya dan menghapus kenangan, identitas, dan akar saya.

Saya tahu bahwa dengan bertahan, saya membuat pilihan yang menentang apa yang diharapkan dari kami. Israel ingin Kota Gaza kosong, sunyi, tanpa penduduk, dan terhapus. Tetapi selama masih ada satu keluarga yang menolak pergi, kota ini akan tetap hidup. []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button