Tokoh Gen Z Sharif Osman Hadi Tewas Ditembak, Bangladesh Rusuh Lagi
Di Chittagong, para demonstran menyerang kediaman seorang mantan menteri dan menargetkan Chhayanaut, sebuah tempat yang didedikasikan untuk pusat budaya Bengali. Kantor Asisten Komisi Tinggi India di Chittagong juga diserang, yang mencerminkan meningkatnya sentimen anti-India sejak Hasina melarikan diri ke New Delhi.
Dilansir Al Jazeera, unit polisi dan paramiliter meningkatkan patroli di seluruh Dhaka dan kota-kota besar lain. Mereka menyebar menjelang salat Jumat di tengah kekhawatiran akan kerusuhan lanjutan. Meskipun jalanan sebagian besar tenang pada pagi hari, warga mengatakan ketegangan tetap tinggi di beberapa lingkungan.
Pemerintahan sementara, yang dipimpin oleh peraih Hadiah Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, mengkonfirmasi kematian Hadi dan menyerukan ketenangan.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Yunus menggambarkan kematian Hadi sebagai “kehilangan yang tak tergantikan bagi bangsa” dan memperingatkan bahwa kekerasan yang berkelanjutan dapat merusak kredibilitas pemilu yang akan datang.
Pemerintah mengumumkan doa khusus di seluruh negeri dan menyatakan hari Sabtu sebagai hari berkabung, dengan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang.
Polisi Bangladesh telah melancarkan perburuan terhadap para penembak Hadi, merilis foto dua tersangka, dan menawarkan hadiah lima juta taka untuk informasi yang mengarah pada penangkapan mereka.
Yunus mengatakan penembakan itu merupakan serangan yang direncanakan oleh jaringan kuat yang berupaya menggagalkan pemilu.
Kerusuhan tersebut telah menghidupkan kembali kenangan menyakitkan tentang penindakan mematikan tahun lalu terhadap para demonstran mahasiswa di bawah pemerintahan Hasina.
Pada November, Hasina dijatuhi hukuman mati secara in absentia atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait dengan penindasan pemberontakan, yang akhirnya memaksanya turun dari kekuasaan. Ratusan keluarga yang kehilangan kerabat selama protes terus menuntut keadilan.[]
sumber: tempo.co






