#Bebaskan PalestinaNASIONAL

Tolak ‘Solusi Dua Negara’, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo: Israel Itu Penjajah!

Jakarta (SI Online) – Imam Besar Habib Rizieq Syihab memberikan apresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) beberapa waktu lalu. Meski demikian, Habib Rizieq mengkritisi isi pidato khususnya soal usulan solusi dua negara (two state solution) untuk Palestina.

“Secara umum saya bangga dengan pidato Bapak Presiden Prabowo di sidang di sidang umum PBB. Hanya saja saya minta kepada orang-orang yang ada di sekitar Bapak Presiden, berikan masukan kepada Bapak Presiden soal Palestina dengan data yang benar,” kata Habib Rizieq dikutip Suara Islam, Senin (29/9) dalam video ceramahnya di Masjid Jami Al Falaah, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Habib Rizieq mengkritisi pidato Prabowo khususnya tentang usulan solusi dua negera untuk Palestina. Menurutnya, usulan dua negara itu usulan dari Amerika, Prancis dan Inggris. Wilayah Palestina mau dibelah dua, separuh negara Israel, separuh negara Palestina.

Sementara itu, negara-negara Islam yang selama ini berjuang untuk memerdekakan Palestina menolak konsep dua negara. Bahkan para pejuang Palestina juga semua menolak konsep dua negara itu.

“Bangsa Palestinanya sendiri menolak, kenapa kita dari Indonesia menawarkan konsep dua negara?” tanya Habib Rizieq.

“Saya pikir ada yang enggak beres nih. Ada yang enggak beres dari staf ahlinya presiden karena tidak memberikan data yang benar. Saya tidak salahkan presiden, betul atau tidaknya kan tergantung data yang masuk. Nah, ini yang masukin data siapa? Makanya Bapak Presiden mesti hati-hati soal Palestina ini. Kita minta kepada para penasihat dan staf ahli presiden untuk menunjukkan data yang benar. Kasih tahu Bapak Presiden apa sih yang diinginkan oleh bangsa Palestina sebetulnya,” tambahnya.

Habib Rizieq mengingatkan bahwa Israel itu penjajah. Ia mengumpamakan, Israel itu seperti penjahat yang merampok sebuah rumah.

“Saya beri perumpamaan, kita punya rumah lalu ada rampok datang dan rumah kita mau diambil semuanya, lalu Pak RT datang tapi malah mendamaikan, kata Pak RT “Ya udah deh, jangan ribut, rumahnya bagi dua aja. Separuh buat rampok, separuh buat yang punya.” Saya mau tanya nih, Pak RT seperti itu ngawur enggak?” “ya ngawur saudara,” tuturnya.

Semestinya, kata Habib Rizieq, Pak RT, bahkan Pak RW, lurah, polisi semua membela yang punya rumah. “Usir itu perampok. Usir, tangkap, jebloskan ke penjara. Dia masuk rumah untuk ngerampok. Kok kita disuruh bagi dua sama perampok! Paham enggak?” jelasnya.

Ia menambahkan contoh ketika Belanda menjajah Indonesia. Waktu kita dijajah tahu-tahu Belanda dan dunia internasional minta wilayah Indonesia dibagi dua.

“Udah bagi ajalah Sumatera, Jawa buat Indonesia, Kalimantan, Papua buat Belanda. Mau begitu saudara? Enggak bisa. Belanda penjajah harus keluar dari negeri kita, mereka harus pergi! Kita ingin merdeka utuh menjadi sebuah negara,” tegas Habib Rizieq.

Begitupun Israel, dia datang dari luar sebagai pendatang ke Palestina dengan dibantu Inggris dan Prancis. Begitu dibantu, kemudian dideklarasikan negara Israel di dalam negara Palestina.

1 2Laman berikutnya
Back to top button