Toleransi Jangan Kebablasan!
HAMKA menjelaskan ajakan kepada umat Islam untuk merayakan Natal Bersama ataupun sebaliknya merupakan tindakan intoleran. Sebab itu sama saja dengan upaya pemaksaan keyakinan dan pemahaman, secara langsung maupun tidak. Omong kosong jika kerukunan umat beragama mesti dibangun dengan segala praktik pencampuran perayaan hari raya agama seperti Natal.
Walau ada desakan dari Pemerintah agar mencabut fatwa tersebut, tapi Buya Hamka lebih baik mengundurkan diri dari Ketum MUI dari pada mencabut fatwa keharaman hadiri natal bersama.
Integritas Buya Hamka inilah yang perlu diteladani oleh tokoh Islam atau Ulama sebagai pewaris para Nabi
Jadi jangan karena jabatan atau karena faktor duniawi demi ‘toletansi kebablasan’ rela mengorbankan akidah Islam.
Akidah atau iman tauhid itu jantungnya Islam, dan merupakan modal utama seorang muslim untuk selamat dunia-akhirat.
Sekali lagi saudaraku jangan kalian korbankan akidah Islam demi toleransi kebablasan.[]
Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.






