Trump, Netanyahu dan Islam
[Barat telah membangun citra Islam sebagai peradaban yang secara inheren keras dan kekerasan, sambil mengabaikan perdebatan internal, kritik diri, dan gerakan reformasi di dalamnya]
Gerges juga mengusulkan adanya lebih banyak dialog antara dunia Barat dengan dunia Islam. “We need to replace the language of civilizational clash with that of moral dialogue and historical accountability.” [Kita perlu mengganti bahasa benturan peradaban dengan bahasa dialog moral dan tanggung jawab sejarah]
Untuk masalah Palestina, Gerges menyatakan, “Without justice for the Palestinians, no genuine reconciliation between Islam and the West is possible.” [Tanpa keadilan bagi bangsa Palestina, tidak akan ada rekonsiliasi sejati antara Islam dan Barat]
Karena itu, ilmuwan politik Amerika ini menyarankan, “The relationship between Islam and the West should be about mutual empowerment, not mutual suspicion.” [Hubungan antara Islam dan Barat seharusnya tentang pemberdayaan timbal balik, bukan kecurigaan timbal balik]
Itulah saran dari Prof Fawaz Gerges dalam menyelesaikan hubungan Barat dengan Islam, termasuk dalam masalah Palestina. Masalahnya apakah Presiden Trump lebih mendengarkan Gerges atau lebih mendengarkan Daniel Pipes. Wallahu alimun hakim. []
Nuim Hidayat, Direktur Forum Studi Sosial Politik.






