SUARA PEMBACA

Tuan Penguasa! Kematian Nakes Tinggi, Adakah Solusi?

Pilkada yang penuh risiko pun diabaikan demi mengokohkan kursi kekuasan. Padahal pilkada terbukti memunculkan klaster baru dan zona merah di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Serang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. (tirto.id, 17/12/2020). Di sisi lain, libur akhir tahun membuat pengunjung di tempat hiburan dan wisata membludak. Tidak heran bila bertambah beratlah kerja para nakes melawan pandemi.

Kematian nakes tinggi menambah daftar panjang kegagalan tuan penguasa mengurus negeri. Kegagalan ini bahkan tampak dari awal pandemi. Pengadaan APD dan alkes yang minim. Tidak meratanya fasilitas kesehatan yang baik dan berkualitas. Menihilkan penguncian wilayah. Nyata membuat nyawa para nakes menjadi tumbal. Alhasil, kondisi yang kian parah ini membutuhkan sebuah solusi.

Rakyat butuh sistem alternatif yang mampu menjamin keselamatan nyawa dan mengatasi pandemi. Sebuah sistem altenartif nan solutif yang terbukti sukses melawan paceklik. Sistem alternatif ini tidak lain adalah sistem Islam yang berasaskan tauhid. Sebuah sistem dari Al-Khaliq Al-Mudabbir yang memiliki aturan yang komprehensif.

Paradigma Islam memandang bahwa kepala negara (imam/khalifah) merupakan raa’in (pengurus) dan junnah (penjaga) bagi rakyatnya. Tidak hanya bertanggung jawab mengurus hajat hidup rakyat. Penguasa juga bertanggung jawab menjaga jiwa dan nyawa rakyat. Nyawa rakyat jelas menjadi prioritas penguasa. Sebab bagi Allah SWT. nyawa seorang Muslim lebih berharga daripada dunia seisinya.

Jaminan periayahan dan penjagaan ini termasuk dalam aspek kesehatan. Pelayanan kesehatan publik tidak hanya diberikan bagi kaum Muslimin saja, tapi juga bagi non-Muslim. Tanpa membedakan warna kulit, bangsa, etnis, suku dan rasnya. Pelayanan ini pun semakin meningkat kala terjadi wabah seperti saat ini.

Tanggung jawab negara dalam periayahan dan penjagaan ini ditegaskan Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis, “Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR. al-Bukhari).

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait

Back to top button