168 Dokter Diwisuda di Tengah Reruntuhan Rumah Sakit al-Shifa
Sebuah penilaian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal April 2024 menemukan bahwa rumah sakit tersebut telah berubah menjadi apa yang dijelaskan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebagai “cangkang kosong dengan kuburan manusia”.
Kini, rumah sakit tersebut telah direnovasi sebagian, namun sebagian besar masih dalam keadaan rusak parah.
Kerusakan al-Shifa merupakan contoh dari kampanye sistematis yang lebih luas terhadap sistem kesehatan Gaza.
Dari 36 rumah sakit di wilayah tersebut, hanya 18 yang masih berfungsi sebagian hingga pertengahan Desember, dengan semua rumah sakit lapangan kecuali tiga beroperasi di bawah batasan yang sangat ketat. Lebih dari 18.500 pasien kritis, termasuk 4.000 anak-anak, memerlukan evakuasi medis yang hingga kini masih sulit diakses.[]
Sumber: Aljazeera.com






