Jalin Hubungan dengan Rezim Baru Suriah, Inggris Hapus HTS dari Daftar Organisasi Teroris
London (SI Online) – Pemerintah Inggris secara resmi menghapus kelompok pejuang Suriah, Hai’ah Tahrir asy-Syam (HTS), dari daftar organisasi teroris terlarang, pada Selasa (21/10/2025).
Mereka beralasan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk berinteraksi dengan pemerintahan baru Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad tahun lalu.
Perintah telah dikeluarkan di parlemen untuk mencabut larangan HTS, yang memungkinkan “keterlibatan yang lebih erat dengan pemerintahan baru Suriah” yang dipimpin Presiden Ahmed Al Shar’a, menurut pernyataan pemerintah Inggris.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan keputusan tersebut mendukung berbagai prioritas Inggris, termasuk kerja sama kontraterorisme, manajemen migrasi, dan penghapusan senjata kimia Suriah yang tersisa.
HTS, yang terdaftar sebagai alias al-Qaeda pada tahun 2017, adalah salah satu kelompok bersenjata paling kuat yang menentang pasukan Bashar al-Assad selama perang saudara Suriah. Penghapusannya dari daftar teroris terjadi di tengah hubungan diplomatik yang kembali terjalin antara London dan Damaskus.
“Inggris akan terus mendesak kemajuan yang nyata dan meminta pertanggungjawaban pemerintah Suriah atas tindakannya dalam memerangi terorisme dan memulihkan stabilitas di Suriah dan kawasan yang lebih luas,” ungkap pernyataan tersebut.
Pemerintah Inggris menambahkan, “Kami akan terus menilai pemerintahan Suriah yang baru berdasarkan tindakan mereka, bukan kata-kata mereka.”
Pengumuman ini menyusul kunjungan mantan Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy ke Suriah pada bulan Juli, yang menandai kontak diplomatik tingkat tinggi pertama antara kedua negara dalam lebih dari satu dekade.
Pemerintah mengatakan pencabutan larangan HTS akan “mendukung keterlibatan dalam misi kontra-Daesh (ISIS) di Suriah,” membantu mengurangi ancaman terhadap Inggris. Inggris juga menyambut baik janji Presiden Sharaa untuk secara permanen membongkar program senjata kimia rezim Assad.
Para pejabat menekankan keputusan tersebut telah dibuat setelah “konsultasi terperinci dengan mitra operasional dan penilaian yang kuat oleh Kelompok Peninjau Larangan lintas-pemerintah.”
“Pemerintah ini akan selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan rakyat Inggris,” papar pernyataan itu, seraya menambahkan, “Inggris berhak untuk menilai kembali keputusan pelarangan sebagai tanggapan atas setiap ancaman yang muncul.”
Setelah perintah tersebut, 83 kelompok tetap berada dalam daftar organisasi terlarang versi Inggris berdasarkan Undang-Undang Terorisme 2000. Awal tahun ini, AS juga menghapus HTS dari daftar Organisasi Teroris Asing.[]





