NASIONAL

Arogansi Wakil Ketua DPR Cucun Syamsurijal, Bilang “Semua Keputusan Republik Ini, Saya Tinggal Pegang Palu Selesai”

Jakarta (SI Online) – Belum berhenti juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membuat kontroversi. Bukan hanya anggota, tetapi juga pimpinannya.

Setelah Wakil Ketua DPR Adies Kadir dinonaktifkan beberapa saat gara-gara ucapannya soal tunjangan rumah bagi Adies Kadir, kini kontroversi dibuat oleh Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. Ucapan Cucun yang dinilai warganet arogan itu viral di media sosial.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjadi sorotan lantaran ucapannya di forum pertemuan bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Bandung.

Dalam forum itu, seorang ahli gizi mengusulkan kepada DPR dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak menggunakan istilah ahli gizi jika profesi itu bisa digantikan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan gizi di suatu SPPG.

Cucun pun mengatakan bahwa usulan itu bisa ditindaklanjuti dengan menggantikan posisi ahli gizi di SPPG, termasuk yang tergabung dalam organisasi Persatuan Ahli Gizi Indonesia di Persagi.

“Ketika nanti rapat di DPR, saya ketok (palu) tidak perlu ahli gizi, tidak perlu Persagi, yang diperlukan satu tenaga mengawasi gizi,” kata Cucun dalam video yang beredar di media sosial.

Anggota legislatif asal Dapil Jabar II ini melanjutkan, DPR selaku pembentuk undang-undang (UU) bisa memutuskan hal tersebut. Menurut dia, kritik yang disampaikan adalah bentuk ego para ahli gizi.

“Jangan bicara arogansi dengan saya, semua keputusan Republik ini, saya tinggal pegang palu selesai,” ujar dia melanjutkan.

Dia meyakini bahwa tenaga pengawas gizi bisa diisi oleh mahasiswa yang baru lulus atau fresh graduate dan dilatih selama tiga bulan oleh Dinas Kesehatan. Sehingga akhirnya merekalah yang akan menggantikan posisi ahli gizi di dapur MBG.

Akibat video dengan beragam kalimat Cucun yang dinilai arogan itu, akun Instagram Cucun Syamsurijal @cucunsyamsurijal pun dipenuhi komentar. Warganet menulis komentar yang mengecam pernyataan Cucun yang berujar bahwa posisi ahli gizi tidak dibutuhkan di MBG.

Seperti dilansir Tempo.co, Selasa (17/11), dalam unggahan 15 November 2025, Cucun memperlihatkan aktivitasnya yang berdialog dengan masyarakat Banjarmasin mengenai revisi Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. Namun, mayoritas komentar di unggahan itu justru mengkritik ucapan Cucun yang menyebut bahwa ahli gizi tidak perlu dilibatkan dalam MBG.

Cucun dianggap arogan dan tidak menghormati peran profesi ahli gizi. “Sangat arogan, Bapak jahat sekali menghina profesi kami sebagai ahli gizi,” tulis akun Instagram @nilasadiyah.n*** dikutip pada Senin, 17 November 2025.

Sejumlah akun lain menandai akun Instagram Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk meminta mereka mengevaluasi Cucun. Ada juga akun @fauziah***h yang mendesak Cucun untuk menyampaikan permintaan maaf kepada ahli gizi di Tanah Air. []

Back to top button