Menguatkan Militansi Dakwah: Menjadi Dai yang Tangguh dan Berani
Dakwah adalah tugas mulia yang diemban oleh umat Islam untuk menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh manusia. Namun, dalam menjalankan tugas ini, kita sering kali dihadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan. Oleh karena itu, kita perlu menguatkan militansi dakwah kita agar dapat menjadi dai yang tangguh dan berani.
Berkaitan militansi dakwah, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu lemah dalam mencari mereka (musuh). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderita kesakitan, sedang kamu (dalam keadaan) beriman dan bersabar.” (QS. An-Nisa: 104).
Ayat ini menunjukkan bahwa sebagai dai, kita harus memiliki militansi yang kuat dalam menjalankan tugas dakwah. Kita tidak boleh lemah atau takut dalam menghadapi tantangan dan rintangan.
Militansi dakwah sangat penting karena beberapa alasan, di antaranya adalah menyebarkan ajaran Islam. Dakwah adalah tugas mulia yang diemban oleh umat Islam untuk menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh manusia.
Lalu, menghadapi tantangan. Dakwah dihadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan, seperti penolakan, ejekan, dan bahkan kekerasan. Dan, meningkatkan keimanan. Militansi dakwah dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah Saw.
Namun, militansi dakwah dapat melemah karena beberapa sebab. Oleh karenanya waspadalah dengan sebab-sebab tersebut. Setiap dai harus berupaya menghindari sebab-sebab yang menjadi sebab melemahnya militansi, selain sebab melemahnya niat atau orientasi dakwah.
Pertama, kurangnya Ilmu. Kurangnya ilmu dan pengetahuan tentang Islam dapat membuat kita tidak memiliki keyakinan yang kuat dalam menjalankan tugas dakwah.
Kedua, takut akan penolakan. Takut akan penolakan dan ejekan dari orang lain dapat membuat kita tidak berani untuk berdakwah.
Ketiga, kekalahan dan kegagalan. Kekalahan dan kegagalan dalam berdakwah dapat membuat kita kehilangan semangat dan motivasi.
Keempat, dampak duniawi. Dampak duniawi, seperti kesibukan dengan urusan duniawi, dapat membuat kita tidak memiliki waktu dan energi untuk berdakwah.
Kelima, kurangnya dukungan. Kurangnya dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat dapat membuat kita merasa tidak memiliki kekuatan untuk berdakwah.





