NUIM HIDAYAT

Membedah Makna Bismillahirrahmanirrahim

Al-Qur’an adalah cahaya. Kalimat atau kata-katanya menembus hati manusia yang terdalam. Dalam bulan Ramadhan yang mulia ini, kita mencoba menyelami kosa kata yang penting dalam Al-Qur’an. Kali ini kita akan membedah makna Bismillahirrahmanirrahim.

Lafaz ini sering kita baca tiap hari, baik di waktu shalat lima kali maupun dalam aktivitas perbuatan baik lainnya. Rasulullah saw mengatakan,

“كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبِسْمِ اللَّهِ فَهُوَ أَبْتَرُ”

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘Bismillah’, maka terputus (kurang berkah).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lainnya)

“يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ”

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat darimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ وَلَا عَشَاءَ”

“Jika seseorang masuk rumah lalu ia menyebut nama Allah saat masuk dan saat makan, maka setan berkata: ‘Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makanan bagi kalian.’” (HR. Muslim)

“لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ: بِسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ أَبَدًا”
“Seandainya salah seorang di antara kalian ketika hendak mendatangi istrinya ia membaca: ‘Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami,’ maka jika ditakdirkan lahir anak dari hubungan tersebut, setan tidak akan dapat membahayakannya selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah pentingnya lafal Bismillahirrahmanirrahim yang dipaparkan dalam hadits-hadits Rasulullah.

Sedangkan lafal Bismillahirrahmanirrahim menurut tafsir Fi Zhilalil Quran karya Sayid Qutb adalah,

“بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ… يَبْدَأُ الْمُؤْمِنُ بِهَا كُلَّ عَمَلٍ، مُسْتَشْعِرًا أَنَّهُ يَتَّجِهُ إِلَى اللَّهِ، وَيَسْتَمِدُّ مِنْهُ الْعَوْنَ، وَيَعِيشُ فِي ظِلِّهِ، وَفِي كَنَفِ رَحْمَتِهِ الَّتِي تَسَعُ كُلَّ شَيْءٍ.”

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang… seorang mukmin memulai setiap amal dengannya, sambil merasakan bahwa ia menghadap kepada Allah, mengambil pertolongan dari-Nya, dan hidup dalam naungan-Nya serta dalam lindungan rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu.”

1 2 3Laman berikutnya
Back to top button