#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Presiden Iran Nyatakan Serangan ke Negara Tetangga Dihentikan, Kecuali…..

Teheran (SI Online) – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negara-negara tetangga tidak akan lagi menjadi sasaran serangan kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka.

Pernyataan itu muncul ketika perang yang dilancarkan oleh United States dan Israel—yang memicu serangan balasan terus-menerus dari Teheran di kawasan Teluk dan sekitarnya—memasuki minggu kedua.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (07/03) mengancam akan meningkatkan pemboman terhadap Iran.

“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras!” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social, sambil menggambarkan pesan damai tersebut sebagai tanda bahwa presiden Iran telah “menyerah” kepada negara-negara Teluk.

“Beberapa wilayah dan kelompok orang kini sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menghadapi kematian tertentu karena perilaku buruk Iran,” tambahnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Trump juga mengklaim pada Sabtu bahwa AS telah “melumpuhkan” 42 kapal perang Iran dalam tiga hari. Seorang juru bicara militer Iran mengatakan kapal-kapal “musuh” yang memasuki Teluk akan berakhir “di dasar laut”.

Pezeshkian mengatakan dewan kepemimpinan sementara Iran telah menyetujui keputusan untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga. Dalam pernyataan yang disiarkan media Iran, ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Trump sebelumnya menuntut Iran untuk melakukan “penyerahan tanpa syarat”, namun Pezeshkian menolak tuntutan tersebut.

“Bahwa kami harus menyerah tanpa syarat adalah mimpi yang harus mereka bawa sampai ke kubur. Yang kami patuhi adalah hukum internasional dan kerangka kemanusiaan,” katanya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), juga memberikan tanggapan.

“Setelah pernyataan presiden, angkatan bersenjata sekali lagi menegaskan bahwa mereka menghormati kepentingan dan kedaulatan nasional negara-negara tetangga dan hingga saat ini tidak melakukan agresi terhadap mereka,” kata pernyataan IRGC yang disiarkan media pemerintah.

“Namun jika tindakan permusuhan sebelumnya terus berlanjut, semua pangkalan militer dan kepentingan Amerika yang kriminal serta rezim Zionis palsu di darat, laut, dan udara di seluruh kawasan akan dianggap sebagai target utama dan akan menghadapi serangan kuat dari angkatan bersenjata Republik Islam Iran.”

Pezeshkian kemudian menegaskan di platform X bahwa Iran sebenarnya tidak menyerang negara tetangganya, melainkan “menargetkan pangkalan, fasilitas, dan instalasi militer AS di kawasan”.

Menurutnya, komitmen Teheran untuk menjaga hubungan baik dengan negara tetangga “tidak menghilangkan hak inheren Iran untuk membela diri dari agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis”.

1 2Laman berikutnya
Back to top button