#Perang Iran vs AS-IsraelINTERNASIONAL

Presiden Iran Nyatakan Serangan ke Negara Tetangga Dihentikan, Kecuali…..

IRGC disebut memegang kendali penuh

Pernyataan Pezeshkian dinilai tertutupi oleh dominasi IRGC, kata koresponden Al Jazeera Resul Serdar.

Menurutnya, para politisi di Iran mengelola urusan negara sehari-hari, tetapi dalam urusan strategis seperti kebijakan luar negeri dan keamanan, mereka tidak memiliki keputusan utama—termasuk presiden, yang secara konstitusional merupakan pejabat nomor dua.

Pusat kekuasaan berada di kantor pemimpin tertinggi dan di IRGC, bahkan dalam masa damai.

Sekarang ketika Iran menghadapi apa yang dipandang sebagai perang untuk bertahan hidup, Pezeshkian tidak berada pada posisi untuk menghentikan serangan, dan pesannya kepada negara-negara kawasan tidak memiliki bobot besar.

“IRGC sekarang memegang kendali penuh, dan merekalah yang akan memutuskan apakah akan menyerang atau tidak,” kata Serdar, seraya menambahkan bahwa kepala IRGC Ahmad Vahidi dianggap sebagai salah satu komandan paling garis keras sejak organisasi itu didirikan.

Negara-negara anggota Gulf Cooperation Council—Saudi Arabia, Qatar, United Arab Emirates, Kuwait, Bahrain, dan Oman—menjadi sasaran karena keberadaan aset militer AS di wilayah mereka.

Selain itu, Irak Jordan, Azerbaijan, dan Turkiye juga ikut terdampak.

Di kawasan Teluk, serangan telah menyebabkan korban jiwa, kerusakan, gangguan besar pada penerbangan, penutupan wilayah udara, serta dampak besar terhadap produksi minyak dan gas yang memengaruhi ekonomi dunia.

Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi memperingatkan bahwa ekspor energi dari kawasan Teluk bisa berhenti “dalam beberapa minggu” jika perang terus meningkat.

Ia mengatakan kepada Financial Times bahwa jika perang berlangsung berminggu-minggu, “pertumbuhan ekonomi global akan terdampak”.

“Harga energi akan naik, akan terjadi kekurangan beberapa produk, dan akan muncul reaksi berantai ketika pabrik-pabrik tidak bisa memasok,” katanya.

Sejauh ini satu-satunya korban tewas dari pihak AS terjadi ketika Iran menyerang pusat komando militer AS di Kuwait dan menewaskan enam tentara.

Koresponden Al Jazeera, Heidi Zhou-Castro melaporkan dari Dover bahwa perang AS terhadap Iran tidak populer, dengan hanya sekitar satu dari empat warga Amerika mendukung keputusan Trump.

Lebih dari 1.300 warga Iran telah gugur dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada minggu pertama perang. []

Sumber: Al Jazeera

Laman sebelumnya 1 2
Back to top button