Amien Rais: Jangan Jual Murah Agamamu
Jakarta (SI Online) – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah HM Amien Rais mengatakan, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan Allah Subhanahu wa Taala lewat malaikat Jibril kepada Nabi dan Rasul, pamungkasnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ia menjadi pedoman kehidupan duniawi dan ukhrawi sampai hari akhir hari kiamat kelak.
“Nah, di semua negeri muslim termasuk Indonesia posisi ulama sangat terhormat karena menjadi rujukan atau referensi bagi orang awam yang ingin mengetahui pandangan Islam mengenai berbagai masa kehidupan di dunia ini. Bahkan kita punya MUI, Majelis Ulama Indonesia. Nah, Saudara-saudara, sepeninggal Nabi sallallahu alaihi wasallam 1466 tahun yang silam berdasar Kalender Hijriah atau 1394 tahun berdasarkan kalender Masehi, mereka yang menjadi ulama dianggap oleh umat Islam sebagai waratsatul anbiya, pewaris para nabi. Berdasarkan hadis Sunan Abu Dawud nomor 3096,” terang Amien dalam video terbarunya, dikutip Selasa (10/03/2026).
Amien kemudian mengingatkan, ”Namun sayang, ribuan kali sayang, dalam kenyataan kita melihat ada dua tipe ulama, yaitu ulamaul haq, ulama yang menegakkan kebenaran. Dan jenis kedua itu ulamaus su’, yaitu ulama yang busuk. Ulamaul haq itu adalah ulama yang tidak tergoda dengan iming-iming keduniaan. Sementara yang su’, yang busuk adalah mereka yang langsung tersungkur ketika dihadapkan dengan godaan keduniaan atau worldly temptations. Dalam bahasa Inggris seperti itu ya.”
Mengamati banyak ulama Indonesia, Amien Rais menyatakan, ”Hanya saya tandaskan di sini. Alhamdulillah dan insyaallah tidak ada ulamaus Su’ di Indonesia. Namun agak banyak mereka yang tergolong istilah saya ‘ulamaul tip’ ya. Jadi ulama yang ragu-ragu, termangu-mangu bila dihadapkan dengan bongkokan uang. Sehingga ada istilah misalnya ulama dirham, ulama dinar, ulama dolar atau ulama rupiah dan seterusnya.”
Amien menjelaskan bahwa pada hari Kamis, 5 Maret 2026 yang lalu, Presiden Prabowo mengundang para ulama dari MUI, dari NU, dari Muhammadiyah, dari FPI dan para ulama pengasuh berbagai pesantren dan para habaib yang jumlahnya sekitar 158 tokoh dari 86 ormas Islam. Prabowo kemudian berpidato selama tiga jam lebih sedikit menguraikan duduk perkara Board of Peace, Badan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Donald Trump.
“Maka pidato Prabowo itu memang pasti mendetail, cermat, dan sangat meyakinkan buat para tetamunya. Nah, yang agak menakjubkan adalah fakta bahwa para ulama dan habaib yang sebelum diundang Prabowo cukup lantang meminta Prabowo supaya cepat segera menarik kembali keikutsertaan Indonesia dari Board of Peace itu buatan Trump yang dinilai hanya akan menguntungkan Israel dan sangat merugikan bangsa Palestina. Maka setelah tiga jam pidato Pak Prabowo itu, jadi hampir semua atau kebanyakan ulama lah ya dan sebagian habaib itu berubah sikap yaitu dapat memahami argumen Pak Prabowo. Nah, jadi silakan Presiden Prabowo tetap bergabung dengan Badan Perdamaian buatan Trump yang disokong oleh Netanyahu yang tangannya berumuran darah sebagai akibat pembantaiannya atas ratusan ribu bangsa Palestina termasuk anak-anak dan kaum wanita sampai detik sekarang ini. Ya, jadi agak aneh kalau ada naudubillah minzalik ya ada ulama kita itu yang tidak paham masalah ini ya,” terang Amien dengan nada prihatin.
Amien Rais kemudian menghimbau para ulama yang dia hormati dan dia cintai, agar memahami dan meresapi larangan Allah Subhanahu wa Taala dalam ayat 41 surah Al Baqarah yang berbunyi,
وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ ۖ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ
Artinya, berimanlah kamu kepada apa yang Al-Qur’an telah aku turunkan sebagai pembenar bagi apa yang ada pada kamu. Dan janganlah kamu menjadi orang-orang yang kafir kepadanya. Dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayatku dengan harga murah dan bertakwalah hanya kepadaku.
“Ini begitu jelas sekali, terang. Allah menghendaki supaya kita tidak pernah menjual diri kepada kepentingan dunia. Sebaliknya kita menganggap dunia ini fana ya kecil artinya, sehingga kita bisa tetap memegang ya al-haq dan al-adl ya kebenaran dan keadilan bukan terperosok kepada al munkar dan dzulumat kezaliman kegelapan, ya saudara-saudara. Tujuan tunggal Trump dan Netanyahu adalah mencari negara-negara ‘kucluk’ dan bebal untuk diperdaya supaya ikut andil dalam membela Israel dan melenyapkan Palestina serta memusnahkan Iran. Ya, itu maunya Netanyahu dan kakaknya Donald Trump ya,” terangnya.
Amien yang pernah menjadi Guru Besar Ilmu Politik dari UGM ini menanyakan tidak pahamkah kita dengan masalah yang begitu gamblang, begitu ceto welo-welo. Ya, jelas sekali dua makhluk Allah ini ya, yang satu di Amerika, satu di Israel, itu jelas-jelas menegakkan kebatilan dan kezaliman.
“Akhirnya kita perlu memberikan apresiasi dan penghormatan pada Syekh Habib Riziq Syihab yang tetap menasihati Pak Prabowo agar tidak mengikuti hawa nafsu Amerika untuk menggulung Palestina. Di mata Habib Riziq, Amerika adalah negara teroris. Saya setuju ya. Jadi, Mas Prabowo eling Mas. Eling lan waspada jangan sampai terjebak ke dalam keanehan, dalam keganjilan, dan dalam kezalimanyang akhirnya hanya akan membela Israel, musuh berat dunia Islam, tapi juga kakaknya Donald Trump yang sesungguhnya punya watak Islamofobia. Ya, benci sama Islam tanpa sebab, tanpa narasi, tanpa diksi,“ tutup Amien. []
Sumber: Izzadina






