KHOTBAH

Tiket Masuk Surga

Oleh: KH. Imam Nur Suharno, M.Pd.I., Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat.

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذِي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، ذُواْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسولُه اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِه وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Jamaah Jum’ah yang Dirahmati Allah Swt

Adalah sebuah kenikmatan yang demikian bermakna ketika saat ini kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk hadir melaksanakan ibadah shalat Jumat. Oleh karenanya, sudah selayaknya kita bersyukur atas kurnia ini dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Implementasinya adalah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua yang dilarang.

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Rasulullah saw bersabda:

ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلٌ خَرَجَ غَازِيًا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيْمَةٍ وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيْمَةٍ وَرَجُلٌ دَخَلَ بَيْتَهُ بِسَلاَمٍ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى

“Tiga kelompok orang yang berada dalam jaminan Allah. Yaitu, orang yang berangkat perang berjihad di jalan Allah, maka dia berada dalam jaminan Allah hingga Allah mewafatkan dan memasukkannya ke surga, atau dia pulang membawa pahala dan ganimah (harta rampasan perang). Kemudian, orang yang pergi menuju masjid, maka dia berada dalam jaminan Allah hingga Allah mewafatkan dan memasukkannya ke surga, atau dia pulang membawa pahala dan gan​​​​​​​imah. Dan, orang yang masuk ke rumahnya dengan mengucapkan salam, maka ia pun berada dalam jaminan Allah.” (HR Abu Dawud).

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Melalui hadis di atas, Rasulullah saw menegaskan tiga golongan manusia yang berhak untuk mendapatkan jaminan tiket masuk surga. Masuk surga menjadi dambaan bagi semua orang. Jika mengetahui syarat untuk mendapatkan tiketnya, maka seseorang pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.

Oleh karena itu, jika seseorang mau berdesak-desakan untuk mendapatkan tiket masuk suatu pertunjukan yang berbiaya mahal, maka semestinya seseorang lebih mau berebut untuk mendapatkan tiket masuk surga yang tanpa biaya.

Pertama, orang yang jihad di jalan Allah. Ibnu Taimiyah mendefinisikan jihad dengan pernyataan, jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah.

Jihad itu berarti segala daya dan upaya untuk mendapatkan segala sesuatu yang dicintai Allah, bukan yang dibenci-Nya. Wilayah jihad luas cakupannya, dan menuntut ilmu itu bagian dari jihad fi sabilillah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata, menuntut ilmu adalah bagian dari jihad di jalan Allah karena agama ini bisa terjaga dengan dua hal yaitu dengan ilmu dan berperang (berjihad) dengan senjata. Berkaitan ilmu, Rasulullah saw bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim).

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah

Kedua, orang yang rajin ke masjid. Yaitu, orang yang ke masjid untuk beribadah tanda sebagai orang baik (beriman). Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Apabila kalian melihat seseorang biasa ke masjid, saksikanlah bahwa ia beriman. Allah berfirman, “Orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS At-Taubah: 18). (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Berkaitan orang baik (beriman) dijamin masuk surga, dari Ubadah bin Ash Shomit, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; begitu juga bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya yang disampaikan pada Maryam dan ruh dari-Nya; juga bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya; maka Allah akan memasukkan-Nya dalam surga apa pun amalnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

1 2Laman berikutnya
Back to top button