SAKINAH

Slow Living, Harmoni dalam Ruang Domestik

Kehidupan perkotaan yang serba cepat sering kali memicu stres kronis dan rasa hampa. Sebagai respons, tren slow living atau hidup lambat kian digemari oleh pasangan muda Milenial dan Gen-Z dalam mengelola rumah tangga mereka.

Inti dari gerakan ini adalah kesadaran untuk menikmati setiap momen dan beralih dari konsumerisme berlebihan menuju pilihan hidup yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Salah satu perwujudan nyata dari tren ini adalah perubahan pola konsumsi peralatan rumah tangga.

Ada kecenderungan kuat untuk memilih produk yang ramah lingkungan dan memiliki daya tahan lama. Generasi ini mulai menghindari perabotan plastik sekali pakai atau barang-barang murah berkualitas rendah yang hanya akan menjadi sampah dalam hitungan bulan.

Mereka lebih memilih berinvestasi pada peralatan dapur dari bahan alami seperti kayu atau keramik, serta perangkat elektronik yang hemat energi dan memiliki sertifikasi keberlanjutan.

Konsep desain interior pun ikut berubah. Isu mengenai desain biofilik (biophilic design)—yakni membawa elemen alam ke dalam rumah—menjadi topik hangat.

Banyak rumah tangga muda yang kini memenuhi ruang tamu mereka dengan tanaman dalam ruangan dan memaksimalkan pencahayaan alami.

Hal ini dipercaya dapat menurunkan tingkat kortisol (hormon stres) dan menciptakan suasana yang menenangkan untuk beristirahat setelah bekerja seharian.

Media gaya hidup sering mengulas bahwa hidup lambat bukan berarti tidak produktif. Sebaliknya, dengan meminimalkan gangguan dan memilih barang-barang yang bermakna, seseorang bisa lebih fokus pada apa yang benar-benar penting, seperti kualitas hubungan keluarga.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkessemarang.org

Memasak sendiri di rumah dengan bahan-bahan organik atau sekadar menikmati secangkir teh tanpa gangguan gawai menjadi ritual kecil yang sangat berharga.

Slow living adalah upaya sadar untuk mengambil kembali kendali atas waktu dan ruang pribadi di tengah dunia yang terus menuntut kecepatan.[]

Back to top button