Main Gawai Berlebih Hambat Perkembangan Otak Anak
Jakarta (SI Online) – Dokter spesialis anak subspesialis neurologi anak, dr. R.R. Amanda Soebadi, Sp.A(K), M.Med (ClinNeurophysiol), mengungkapkan bahwa durasi bermain gawai yang berlebihan dapat menghambat proses sinapsis pada otak anak.
Ia menjelaskan bahwa tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode perkembangan otak yang sangat pesat, terutama dalam pembentukan sinapsis atau koneksi antarsel otak.
“Jadi pada tiga tahun pertama kehidupan Itu adalah periode pesat perkembangan otak, dan itu yang banyak berkembang adalah sinapsis. Sinapsis itu adalah sambungan-sambungan, koneksi-koneksi antar sel otak,” ujar Amanda.
Anak yang terpapar waktu menatap layar (screen time) secara berlebihan berisiko kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan sensorik serta motorik mereka.
Kondisi tersebut juga dapat memicu kesulitan bagi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya.
Amanda mencontohkan bahwa aktivitas fisik seperti berlari, memanjat, dan melompat di taman bermain sangat penting untuk melatih otak dalam memproses hal baru.
“Jadi itu semua akan membangun koneksi-koneksi antar sel otak. Kalau paparannya monoton, koneksi-koneksi tersebut tidak terbentuk,” tegas Amanda.
Paparan layar yang monoton membuat koneksi antarsel otak tidak terbentuk secara optimal dibandingkan dengan aktivitas fisik yang bervariasi.
Gawai memberikan kesenangan instan melalui zat dalam otak yang menciptakan sense of reward atau perasaan puas hanya dari layar.
Perasaan tersebut mendorong anak untuk lebih memilih kepuasan praktis dari gawai daripada berusaha menyelesaikan tantangan di dunia nyata.
Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskrui.org
“Dalam kehidupan nyata hal-hal yang seharusnya membuat kita merasakan reward (hadiah) itu Kalau kita bisa memecahkan masalah, karena anak-anak mungkin dalam konteks bermain mungkin ya memecahkan, menyelesaikan puzzle, atau misalnya menggambar sesuatu Itu membutuhkan usaha yang lebih besar daripada dia mengeklik dan meng-tap begitu,” jelasnya.






