Tarbiyah: Benteng Iman di Tengah Badai Fitnah dan Futur
Banyak orang memiliki keinginan untuk menjadi pribadi yang baik, rajin salat, serta berupaya menghafal Al-Qur’an dan bersedekah. Namun, tidak semua orang mampu menjaga istiqamah sendirian karena semangat iman manusia cenderung naik dan turun.
Bulan ini mungkin seseorang rajin melaksanakan tahajud, tetapi bulan depan justru sibuk dengan urusan duniawi. Hari ini tangan mungkin dekat dengan mushaf, namun besok justru lebih sering memegang handphone.
Sendirian, kita sangat mudah mengalami futur atau kemalasan dalam beribadah. Saat malas menyerang, tidak ada sosok yang mengingatkan, dan saat sedih pun tidak ada yang menguatkan.
Ketika iman sedang jatuh, sering kali tidak ada orang yang menarik kembali diri kita kepada Allah Swt. Oleh karena itu, seorang muslim sangat membutuhkan tarbiyah, pengajian, halaqah, serta mentoring.
Lingkungan tersebut bukan sekadar tempat untuk belajar ilmu, melainkan sarana menjaga iman dan memperbaiki diri bersama-sama dalam semangat ukhuwah. Berikut adalah alasan pentingnya tarbiyah bagi setiap muslim.
Pertama, ilmu saja tidak cukup untuk menjaga seseorang tetap berada di jalan Allah Swt. Banyak orang mengetahui hukum halal dan haram, tetapi mereka kesulitan mengamalkannya karena tidak memiliki lingkungan yang membimbing.
Rasulullah saw tidak hanya mengajarkan ilmu kepada para sahabat, tetapi beliau membina mereka hingga menjadi generasi terbaik. Tarbiyah bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan proses tazkiyah untuk menyucikan hati dan memperbaiki akhlak secara konkret.
Allah Swt berfirman: “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah).” (QS. Al-Jumu’ah: 2).
Kedua, dunia hari ini penuh dengan fitnah yang sangat berat. Media sosial memiliki pengaruh yang sangat kuat, maksiat dianggap sebagai hal yang biasa, dan aurat diumbar tanpa rasa malu.
Dosa sering kali dijadikan hiburan, sementara gaya hidup yang jauh dari agama dianggap sebagai tren yang keren. Jika tidak memiliki lingkungan yang menjaga, seseorang akan mudah terbawa arus, sehingga tarbiyah menjadi benteng agar hati tetap hidup di tengah badai.
Ketiga, kita tidak akan kuat jika harus berjalan sendirian menuju surga. Rasulullah saw bersabda: “Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagiannya menguatkan bagian yang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam tarbiyah, kita belajar bahwa perjuangan menuju surga tidak boleh dijalani sendirian karena ada saudara yang membantu, mendoakan, dan menguatkan. Saat malas, ada saudara yang mengingatkan, dan saat jatuh, ada yang membantu menarik kita kembali kepada Allah Swt.





