Tarbiyah Fondasi yang Tak Bisa Ditawar
Di tengah derasnya arus perubahan, satu hal yang tidak boleh goyah adalah fondasi. Bangunan setinggi apa pun akan runtuh jika fondasinya rapuh.
Bagi umat ini, fondasi itu bernama tarbiyah (pendidikan Islam). Tarbiyah bukan sekadar kajian mingguan atau rutinitas halaqah (lingkaran studi).
Ia adalah proses pembentukan manusia seutuhnya yang meliputi akidah, akhlak, pikiran, dan amal. Karena itulah, tarbiyah merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar lagi.
Berikut enam alasan mengapa tarbiyah menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.
1. Tarbiyah adalah Fardhu Syar’i (Kewajiban Agama)
Menuntut ilmu serta mendidik diri dan orang lain merupakan perintah langsung dari Allah Swt. Tanpa adanya tarbiyah, seorang Muslim akan berjalan menjalani kehidupan tanpa peta panduan.
Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah At-Tahrim ayat 6: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” Arti dari ayat tersebut merupakan perintah jelas mengenai tarbiyah di dalam keluarga.
Rasulullah saw. menegaskan perintah ini dengan mendidik para sahabat tentang urusan agama mereka. Jika keluarga saja wajib mendapatkan tarbiyah, apalagi diri sendiri dan umat secara luas.
2. Tarbiyah adalah Sunah Rasulullah saw.
Selama 13 tahun di Makkah, Rasulullah saw. tidak memulai dakwah dengan peperangan atau politik. Beliau memulai pergerakan dengan melakukan tarbiyah di Darul Arqam.
Empat puluh sahabat pertama dibentuk karakternya di sana sebelum mereka akhirnya diamanahi untuk memimpin dunia.
3. Tarbiyah Membangun Individu yang Kokoh (Bina’ Fardi)
Umat yang kuat hanya akan lahir dari individu-individu yang kuat pula. Tarbiyah berfungsi membentuk pribadi yang mengenal Tuhannya, mengendalikan hawa nafsunya, dan teguh di atas prinsip.
Tanpa tarbiyah, kita akan mendapati banyak orang Islam secara identitas, tetapi sedikit yang siap memikul beban dakwah. Banyak orang yang bersemangat saat suasana ramai, tetapi langsung rontok ketika menghadapi ujian.
Perubahan besar selalu dimulai dari perubahan kecil di dalam diri manusia. Dan seluruh perubahan karakter di dalam diri tersebut merupakan hasil kerja dari tarbiyah.






