OASE

Dakwah Adalah Menolong Sesama

Oleh: Abd. Mukti, Pemerhati Kehidupan Beragama.

Betapa indahnya ajaran Islam yang mewajibkan kita untuk menolong orang yang berbuat zalim, bukan justru membiarkannya. Kita harus merasa kasihan kepadanya karena perbuatan tersebut akan mencelakakan dirinya.

Jika mengetahui bahwa di sekitar kita terdapat orang yang berbuat syirik, kita pun wajib bergerak untuk menolongnya.

Begitu pula jika ada saudara kita yang salatnya belum benar, kita wajib membantunya. Kita dapat memberikan pencerahan mengenai kaifiyah salat yang sesuai dengan sunah Rasulullah saw.

Bimbingan tersebut dapat disampaikan secara langsung (face to face), melalui khotbah, maupun lewat tulisan yang diunggah di grup-grup media sosial.

Jika menyaksikan banyak kemaksiatan di tengah masyarakat, kita juga harus hadir untuk “menolong”. Tentu saja menolong di sini bukan berarti ikut serta dalam maksiat, melainkan mencegahnya.

Kita wajib memberikan pencerahan bahwa perbuatan yang mereka lakukan melanggar syariat Islam sekaligus undang-undang yang berlaku.

Aktivitas inilah yang disebut dengan dakwah Islam, yaitu mengajak manusia ke jalan yang diridai Allah Swt.

Dalam sebuah hadis, Anas radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi.”

Kemudian, ada seseorang yang bertanya tentang cara menolong orang yang berbuat zalim. Beliau menjawab:

تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ

“Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Betapa indahnya makna sabda Baginda Rasulullah saw. tersebut. Sebagai muslim, kita diwajibkan untuk menolong saudara-saudara kita yang berbuat zalim, bukan malah membencinya.

Maksudnya, kita boleh bahkan wajib membenci perbuatan kezalimannya, tetapi tidak boleh membenci pelakunya. Rasulullah saw. sendiri masih menyebut pelaku kezaliman itu dengan sapaan “saudaramu”.

Oleh karena itu, kita harus memandang orang yang zalim dengan rasa iba dan kasihan atas terjerumusnya mereka ke dalam lembah dosa, bukan dengan pandangan kebencian.

Jika tidak ditolong, kita khawatir mereka tidak akan pernah sadar atas apa yang telah mereka perbuat. Caranya, sebagaimana sabda Nabi, adalah dengan mencegah atau menghentikan perbuatan zalimnya.

1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button