OASE

Dakwah Adalah Menolong Sesama

Ulama salaf Abu Ali Ad-Daqaq an-Naisaburi Asy-Syafii, sebagaimana dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menyebut orang yang demikian sebagai setan bisu:

الساكت عن الحق شيطان أخرس، والناطق بالباطل شيطان ناطق

“Orang yang diam dari menyuarakan kebenaran adalah setan bisu, sedangkan orang yang berbicara dengan kebatilan adalah setan yang berbicara.”

Kendati ungkapan tersebut bukan sebuah hadis, isi dan maknanya sejalan dengan QS Ali ‘Imran ayat 104, QS At-Taubah ayat 71, serta berbagai hadis sahih tentang kewajiban amar makruf nahi munkar.

Dengan tegas Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

“Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa tugas amar makruf nahi munkar akan sangat efektif jika dilaksanakan melalui instrumen kekuasaan (kebijakan).

Oleh karena itu, para pejabat yang memiliki otoritas politik memegang peran strategis dalam menekan angka kemungkaran secara sistemik.

Kepada Presiden dan DPR, inilah momentum penting untuk membangun negeri yang mendapat rida Ilahi. Buatlah undang-undang tegas untuk mencegah perbuatan fahisyah seperti LGBT.

Perilaku seksual menyimpang ini merupakan perbuatan keji yang diwariskan oleh kaum Sodom terdahulu.

Mari kita intensifkan gerakan dakwah dan amar makruf nahi munkar. Insyaallah, umat Islam akan bertransformasi menjadi umat yang beruntung (QS Ali ‘Imran: 104) yard menjadi sebaik-baik umat (QS Ali ‘Imran: 110).

Nashrun minallahi wa fathun qariib.

Laman sebelumnya 1 2 3 4
Back to top button