Dakwah Adalah Menolong Sesama
Allah Ta’ala juga berfirman dalam ayat lain:
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
“Dan jangan (pula) engkau menyembah tuhan yang lain di samping Allah. Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.” (QS Al-Qashash: 88).
Bahkan, banyak ulama yang menghukumi tindakan bertawasul kepada habib atau wali yang sudah wafat sebagai perbuatan syirik. Sebab, inilah jenis kesyirikan yang dilakukan oleh kaum musyrik zaman dahulu.
Allah Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى
“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan harap agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya’.” (QS Az-Zumar: 3).
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-Azhim menjelaskan mengenai fenomena psikologis kaum terdahulu ini:
“Mayoritas umat manusia mengakui bahwa Allah adalah pencipta alam semesta. Namun, mereka tetap menyembah perantara lain di samping menyembah Allah karena menyangka perantara tersebut dapat memberi manfaat atau mendekatkan diri mereka kepada Allah sedekat-dekatnya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/482).
Jangan biarkan saudara-saudara kita terjebak dalam syirik akbar, karena perbuatan ini merupakan dosa terbesar dalam Islam.
Dosanya tidak akan diampuni jika pelaku membawa mati dosanya sebelum sempat bertobat (QS An-Nisa: 48), seluruh amalnya akan terhapus (QS Al-An’am: 88), serta diharamkan surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka (QS Al-Maidah: 72). Naudzubillahi min dzalik.
Intensifkan Dakwah
Demi menyelamatkan saudara-saudara kita yang terjebak dalam kezaliman syirik tersebut, kita wajib menolong mereka secara sungguh-sungguh.
Saat ini tersedia banyak sarana dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Kita bisa bergerak secara personal, melalui ceramah agama, maupun memanfaatkan momentum peringatan hari besar Islam demi memperkuat akidah dan ibadah umat.
Selain itu, dakwah juga bisa dioptimalkan melalui tulisan-tulisan edukatif di berbagai platform media sosial.
Jangan sampai seorang muslim, terlebih yang telah berstatus kiai atau ustaz, hanya diam tanpa reaksi saat menyaksikan kemaksiatan dan kezaliman di depannya.
Sikap pasif dan mengabaikan tugas dakwah serta amar makruf nahi munkar dipandang sangat buruk oleh para ulama terdahulu.






