Jelang Muktamar V, Wahdah Islamiyah Gelar Dialog Kebangsaan ke-9 di Jakarta
Jakarta (Suaraislam.id)-Sejumlah tokoh lintas profesi dan latar belakang berkumpul dalam forum Dialog Kebangsaan di Aula Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/08).
Kegiatan ini digelar oleh Wahdah Islamiyah sebagai rangkaian agenda menuju Muktamar V yang bertepatan dengan momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Forum di Jakarta ini merupakan gelaran Dialog Kebangsaan ke-9 dari total 10 rangkaian dialog yang diselenggarakan di seluruh Indonesia. Rangkaian diskusi strategis ini dijadwalkan akan ditutup dengan Dialog Kebangsaan ke-10 yang bakal digelar di Bengkulu.
Ketua Panitia Dialog Kebangsaan, Ustaz Ilham Jaya, menjelaskan bahwa forum tersebut dirancang untuk mempertemukan ulama, umara, akademisi, hingga generasi muda. Pertemuan ini bertujuan mendiskusikan gagasan strategis mengenai masa depan Indonesia dan peran kontributif umat Islam.

“Dialog kebangsaan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah. Momentum ini juga bertepatan dengan bulan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Ustaz Ilham Jaya.
Ia menambahkan bahwa marathon diskusi kebangsaan ini sengaja digelar di berbagai daerah untuk menjaring aspirasi nasional yang lebih luas. Melalui ruang dialog ini, Wahdah Islamiyah ingin merajut narasi persatuan dari berbagai pelosok tanah air.
“Dialog ini sudah berlangsung di 10 kota di Indonesia. Ini sebenarnya hanya salah satu dari sekian banyak kegiatan yang dirangkaikan dalam kerangka menuju Muktamar Wahdah Islamiyah tahun 2026,” katanya.
Hadirkan Perspektif Lintas Disiplin
Melalui forum ini, panitia berharap dapat mempertemukan berbagai elemen bangsa secara langsung untuk melahirkan narasi konstruktif bagi masa depan Indonesia. Pembahasan juga difokuskan pada relevansi peran organisasi kemasyarakatan Islam dalam panggung kebangsaan.
“Harapannya tentu bahwa Dialog Kebangsaan ini sesuai dengan judulnya, pertama mempertemukan tokoh ulama dan umara, para pemikir dan generasi muda untuk bertemu secara langsung, bersama-sama mendiskusikan gagasan-gagasan kreatif dan narasi strategis untuk masa depan bangsa,” jelas Ilham.
Guna menghadirkan gagasan yang komprehensif, panitia sengaja mengundang narasumber dari beragam latar belakang disiplin ilmu. Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Fuad Bawazier, Tamsil Linrung, Ubedillah Badrun, Ahmad Fathoni, Rocky Gerung, Hersubeno Arief, serta Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin.
Ilham menegaskan bahwa keberagaman perspektif para narasumber bertujuan agar pembahasan persoalan bangsa tidak mendasarkan pada satu sudut pandang saja.
“Kita mengundang dari akademisi, pengamat politik, jurnalis, pejabat publik, tentu menteri juga. Tujuannya agar betul-betul forum ini berkualitas karena melahirkan perspektif dari berbagai segi dan tokoh,” ungkapnya.
Melalui ruang dialog yang dinamis ini, Wahdah Islamiyah berkomitmen untuk terus menyumbangkan pemikiran strategis bagi kemajuan bangsa. Pertemuan lintas pemikiran ini diharapkan mampu membangkitkan optimisme bersama demi mewujudkan masa depan Indonesia yang cerah.
“Harapannya, berbagai pilihan tokoh tersebut membawa satu semangat bersama tentang masa depan yang cerah bagi bangsa dan umat,” pungkas Ilham.[]






