Kesbangpol Dukung Program Dewan Dakwah Kota Bogor

Bogor (Suaraislam.id) — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor menyatakan dukungannya terhadap berbagai program Dewan Dakwah Kota Bogor dalam menjawab persoalan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi Dewan Dakwah Kota Bogor dengan Kesbangpol Kota Bogor di jl. kesehatan no.2, Rabu (12/8/2026). Pertemuan membahas penguatan peran organisasi kemasyarakatan (ormas), kolaborasi program, serta sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat Kota Bogor.
Kepala Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatullah menegaskan bahwa keberadaan ormas tidak cukup hanya dilihat dari jumlah anggota maupun aktivitas administratif. Ormas diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan konkret yang muncul di masyarakat.
“Ormas bukan hanya kuantitas, tetapi bagaimana menjadi tim yang bisa menyelesaikan masalah yang jelas,” demikian salah satu poin yang disampaikan Hidayatullah dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris DDII Kota Bogor Gumelar Adiwijaya menyampaikan gagasan Gerakan Pengentasan Buta Aksara Al-Qur’an sebagai salah satu program yang perlu mendapat perhatian. Program tersebut dinilai penting karena tradisi mengaji bersama di tengah masyarakat mulai semakin jarang ditemukan.
Selain persoalan literasi Al-Qur’an, pertemuan juga membahas tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk pentingnya menjaga akidah dan membangun lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja. Persoalan narkoba dan LGBT turut menjadi bagian dari pembahasan sebagai tantangan sosial yang membutuhkan perhatian dan kerja sama berbagai pihak.
Kesbangpol mendorong agar ormas tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi mengembangkan kolaborasi dengan organisasi lain sesuai kapasitas dan bidang masing-masing. Dengan kolaborasi tersebut, kekuatan ormas diharapkan dapat diarahkan untuk menghasilkan program yang lebih efektif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Terkait dukungan pemerintah, Kesbangpol menjelaskan bahwa pemerintah daerah dapat memberikan hibah kepada ormas yang menjalankan fungsi organisasi dengan baik serta memiliki program dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pertemuan juga menyinggung mekanisme penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait persoalan LGBT. Kesbangpol menyampaikan bahwa proses tersebut harus ditempuh sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Adapun draf terkait disebut telah disiapkan.
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan komitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Kesbangpol Kota Bogor menyatakan dukungan terhadap program Dewan Dakwah yang berorientasi pada pencerdasan masyarakat, penguatan akidah, serta upaya menjawab berbagai persoalan sosial.
Kedua pihak juga menekankan pentingnya mengelola keberagaman sebagai kekuatan masyarakat. Kolaborasi dan kontribusi nyata dinilai menjadi kunci agar keberadaan ormas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bogor.
rep: zakariya






