QUR'AN-HADITS

Ahlul Qur’ān: Tidak Hanya Hafal, Juga Hidup Bersama Al-Qur’an

Pertama, meninggalkan mendengarkannya, beriman kepadanya, dan tidak mau menyimaknya. Kedua, meninggalkan pengamalan terhadapnya, tidak berhenti pada batas halal dan haramnya, meskipun ia membacanya dan beriman kepadanya.

Ketiga, meninggalkan berhukum dan bertahkim dengannya dalam pokok-pokok agama maupun cabangnya, serta meyakini bahwa Al-Qur’an tidak memberikan keyakinan dan bahwa dalil-dalilnya bersifat lafzi yang tidak menghasilkan ilmu.

Keempat, meninggalkan tadabbur (penghayatan) dan pemahaman terhadapnya, serta meninggalkan upaya mengetahui apa yang dimaksud oleh Allah yang berbicara dengannya.

Kelima, meninggalkan menjadikan Al-Qur’an sebagai obat dan penyembuh untuk segala penyakit hati dan gangguannya, lalu mencari kesembuhan dari selainnya dan meninggalkan terapi dengan Al-Qur’an.

Allah Swt. juga berfirman dalam surah Al-Jumu‘ah, ayat 5:

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًاۗ بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

“Perumpamaan orang-orang yang dibebani tugas mengamalkan Taurat, kemudian tidak mengamalkannya, adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab (tebal tanpa mengerti kandungannya). Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

Dalam ayat ini, Allah Swt. menyatakan kemurkaan-Nya kepada orang-orang Yahudi dengan menyerupakan mereka seperti keledai.

Hal ini karena, meskipun mereka dikaruniai akal dan kemampuan memahami, mereka tidak memanfaatkannya untuk meraih kemaslahatan dan tidak menggunakannya untuk memahami kebenaran.

Mereka meninggalkan pengamalan terhadap Taurat setelah dibebani kewajiban untuk menegakkannya dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. Mereka tidak menjalankan konsekuensi hukum yang ada dan tidak menaati perintah-perintah yang telah diwajibkan bagi mereka.

Mereka hanya menjaga/menghafal lafaz Taurat, tetapi tidak memahaminya dan tidak mengamalkan kandungannya. Bahkan, mereka menakwilkan, menyelewengkan, serta mengubahnya.

Meskipun demikian, kecaman dalam ayat ini tidak hanya ditujukan kepada orang-orang Yahudi, baik pada masa sebelum Nabi Muhammad Saw. maupun pada masa sekarang.

Kecaman tersebut juga berlaku bagi umat Islam yang mengabaikan pesan-pesan Al-Qur’an. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibn al-Qayyim dalam tafsirnya:

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button