TEKNOLOGI

AI Tak Menghapus Jurnalisme, tapi Menggeser Nilainya

Siapa yang Bertahan, Siapa yang Hilang

Pada akhirnya, AI akan memisahkan jurnalis menjadi dua kelompok. Mereka yang bertahan adalah yang mampu bergerak ke wilayah bernilai tinggi: investigasi, analisis mendalam, peliputan berbasis data, dan jurnalisme kontekstual. Mereka yang hilang adalah yang terjebak pada kerja rutin yang kini bisa diotomatisasi.

Masalahnya, tanpa transisi yang sadar, banyak jurnalis akan tergelincir ke kelompok kedua tanpa pernah diberi kesempatan naik kelas.

AI tidak membunuh jurnalisme. Tetapi ia memaksa kita menjawab pertanyaan yang selama ini dihindari: apa sebenarnya nilai jurnalis di era mesin?

Jika jawaban kita hanya “karena manusia punya nurani”, itu tidak cukup. Industri tidak bekerja dengan nurani. Ia bekerja dengan nilai tambah.

Dan jika jurnalisme tidak segera mendefinisikan ulang nilai tambahnya, maka ia akan terus ada—tetapi semakin tidak dianggap penting. Di situlah bahaya sesungguhnya mengintai.[]

Muhibbullah Azfa Manik

Laman sebelumnya 1 2 3
Back to top button