Aksi Flotilla Gaza Sukses Telanjangi Kegagalan Mesin Hasbara Zionis
“Bagi Netanyahu, dosa terbesar bukanlah penyiksaan atau penghinaan terhadap para aktivis, melainkan menyiarkan tindakan biadab tersebut ke seluruh dunia,” tambah Nimer.
“Ben-Gvir, di sisi lain, sama sekali tidak peduli dengan citra luar negeri Israel; dia sengaja memamerkan kebiadaban ini demi memuaskan basis pemilih sayap kanan domestiknya karena dia yakin Israel tidak akan menghadapi konsekuensi nyata apa pun,” papar Nimer.
Mtanes Shehadeh, seorang akademisi sekaligus pakar urusan Israel, turut mengamini penilaian tersebut.
“Masalah inti bagi Israel adalah bahwa video ini telah mentransmisikan realitas sejati mereka kepada seluruh dunia,” ungkap Shehadeh kepada Al Jazeera.
“Video tersebut memberikan bukti langsung dan tidak terbantahkan kepada dunia bahwa kekerasan struktural serta pengabaian terhadap hak asasi manusia adalah fondasi utama dari institusi Israel saat ini,” tegas Shehadeh.

Standar Ganda AS dan Sanksi Pro-Teror
Dampak diplomatik dari insiden ini juga menguliti kontradiksi yang sangat nyata dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Setelah video tersebut viral, Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, melayangkan kritik kepada Ben-Gvir dengan menyatakan bahwa sang menteri telah mengkhianati martabat bangsanya sendiri.
Namun, para pengamat dengan cepat menilai bahwa kecaman Huckabee terasa sangat hambar karena fokusnya hanya tertuju pada aib akibat penyiaran video tersebut, bukan pada pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di lapangan.
Terlebih lagi, pernyataan Huckabee tersebut keluar hanya berselang sehari setelah Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada empat koordinator Global Sumud Flotilla dengan melabeli misi kemanusiaan tersebut sebagai flotilla pro-teroris yang mendukung kelompok pejuang Palestina, Hamas.
Sanksi AS tersebut secara sepihak menargetkan para aktivis dari Popular Conference for Palestinians Abroad serta jaringan solidaritas tahanan Palestina, Samidoun.
Para analis menyoroti tindakan ini sebagai bentuk standar ganda yang sangat memuakkan.
Di saat pemerintah AS bergerak sangat cepat menjatuhkan sanksi kepada para penyelenggara flotilla kemanusiaan, kelompok masyarakat sipil Palestina, dan jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), mereka secara konsisten terus melindungi menteri ekstrem kanan Israel seperti Ben-Gvir dari pertanggungjawaban hukum, bahkan mencabut sanksi yang sebelumnya pernah dijatuhkan pada pemukim ilegal Israel yang melakukan kekerasan.






