Antek Zionis Israel di Gaza Yasser Abu Shabab Mati
Gaza (SI Online) – Pemimpin kelompok bandit di Gaza yang didukung Zionis Israel, Yasser Abu Shabab, dikabarkan telah tewas.
Selama ini Yasser Abu Shabab dikenal sebagai pemimpin sebuah geng di Jalur Gaza yang disebut bekerja sama dengan Zionis Israel untuk melawan Hamas dan mencuri bantuan kemanusiaan.
Milisi yang menamakan diri mereka Pasukan Rakyat itu melalui unggahan di Facebook pada Kamis malam (04/12) mengatakan, Abu Shabab ditembak “saat mencoba menyelesaikan perselisihan” di antara anggota keluarga Abu Suneima. Kelompok itu mengeklaim Yasser tidak dibunuh oleh Hamas.
Baca juga: Zionis Israel Gunakan Kelompok Yaser Abu Shabab untuk Bantu Genosida?
Channel 12 Israel sebelumnya melaporkan, Abu Shabab tewas dalam bentrokan dengan “klan-klan Gaza” dan kemudian dinyatakan mati di Rumah Sakit Soroka di selatan Israel.
Abu Shabab menjadi figur terkenal selama perang genosida Israel terhadap Palestina di Gaza, karena kelompoknya dituduh mencuri bantuan kemanusiaan yang sedikit yang diizinkan oleh otoritas Israel masuk ke wilayah pesisir tersebut.
Pencurian bantuan di Jalur Gaza terjadi saat Israel memberlakukan blokade terhadap wilayah tersebut, memicu krisis kemanusiaan dan kelaparan di beberapa daerah.
Pejabat Israel kemudian mengatakan mereka bekerja sama dengan kelompok bersenjata di Gaza, termasuk yang dipimpin oleh Abu Shabab, untuk membentuk pasukan lokal anti-Hamas.
Dalam laporannya dari Kota Gaza pada Kamis, Hani Mahmoud dari Al Jazeera mengatakan Abu Shabab dan kelompoknya “terkenal” di Gaza karena diduga terlibat dalam perdagangan narkoba dan penjarahan bantuan.
Mereka dituduh “sengaja menghalangi masuknya truk bantuan ke bagian utara Gaza, di mana keluarga pengungsi ditinggalkan menghadapi kelaparan dan penyebaran kelaparan”, tambah Mahmoud.
“Militer Israel dan pejabat Israel menggambarkan dia sebagai bagian dari upaya untuk [menjadi] penyeimbang [terhadap] Hamas.”
Pada Kamis, pasukan keamanan yang berafiliasi dengan Hamas di Gaza, Radaa, mengunggah foto Abu Shabab di Telegram dengan caption: “Seperti yang kami katakan, ‘Israel tidak akan melindungi kalian.’”
Pada Juli, pengadilan yang terkait dengan Hamas di Gaza memberikan Abu Shabab 10 hari untuk menyerahkan diri dan menghadapi tuduhan pengkhianatan, bekerja sama dengan entitas musuh, membentuk geng bersenjata, dan pemberontakan bersenjata.
Pemimpin geng tersebut dilaporkan pernah dijebloskan ke penjara oleh Hamas atas tuduhan narkoba.






