Apa itu Zionisme Kristen, Ideologi Pro-Israel yang Dikemukakan oleh Dubes AS?
Usulan Mike Huckabee bahwa Israel memiliki hak yang diberikan Tuhan atas sebagian besar Timur Tengah berakar pada teologi Zionisme Kristen, kata para ahli.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menuai kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim setelah menyatakan bahwa Israel memiliki hak alkitabiah atas sebagian besar wilayah Timur Tengah.
Dalam wawancara dengan komentator sayap kanan Amerika yang terkenal, Tucker Carlson, Huckabee menyatakan bahwa Israel memiliki hak yang diberikan Tuhan atas wilayah yang membentang dari Sungai Efrat hingga Sungai Nil, yang mencakup Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi.
“Itu akan baik-baik saja jika mereka mengambil semuanya,” ujarnya, dengan argumen bahwa batas geografis Israel berakar pada Alkitab—sebuah keyakinan yang dianut oleh Zionis Kristen.
Diplomat AS tersebut, yang mengaku sebagai Zionis Kristen dan pendukung kuat Israel, kemudian menarik ucapannya, menyebutnya “agak berlebihan”, serta menambahkan bahwa Israel tidak sedang mencari ekspansi, tetapi berhak atas keamanan dalam batas wilayahnya saat ini.
Namun, apakah pernyataannya memang berlebihan dalam pandangan Zionisme Kristen? Atau justru itulah yang diyakini oleh para penganut ideologi ini?
Bagaimana Zionisme Kristen bermula dan apa ajarannya?
Pada tahun 1878, William Blackstone, murid dari penginjil Amerika terkenal Dwight Moody dan pendukung gagasan pemulihan Israel secara alkitabiah, menerbitkan buku Jesus Is Coming. Karya laris ini mempopulerkan di kalangan masyarakat Amerika keyakinan bahwa Tuhan telah memberikan tanah Israel kepada bangsa Yahudi.
Keyakinan ini—yang sering diambil dari perspektif Protestan Evangelis—bersandar pada gagasan Alkitab kuno bahwa hampir empat milenium lalu, Tuhan menjanjikan tanah tersebut kepada orang Yahudi, yang akan memerintahnya hingga kembalinya Yesus ke Yerusalem pada akhir zaman. Dalam teologi ini, orang Kristen akan diselamatkan saat Kristus kembali, sementara non-Kristen yang tidak berpindah agama akan menghadapi kebinasaan.
Salah satu ayat Alkitab yang paling sering dikutip adalah Kejadian 12:3, di mana Tuhan berfirman kepada Ibrahim: “Aku akan memberkati orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang yang mengutuk engkau…”
Menurut situs ChristianZionism.org, ada empat tema utama dalam pemikiran Zionisme Kristen:
- Berdirinya negara Israel modern pada 1948 menandai fase akhir sejarah manusia.
- Konflik Timur Tengah adalah bagian dari rencana Tuhan menjelang perang besar terakhir sebelum kedatangan kedua Kristus.
- Perjanjian Tuhan dengan Israel bersifat kekal dan tanpa syarat.
- Tidak mendukung dominasi politik Israel akan mendatangkan hukuman ilahi.
Penulis dan sejarawan David Swift menjelaskan bahwa Zionisme Kristen bukan sekadar keyakinan religius, tetapi juga menyatu dengan program militer, strategis, dan ekonomi.
