#Perang Iran vs AS-IsraelOPINI

Bagaimana Iran Melawan Perang yang Dipaksakan?

Strategi Teheran bukanlah kemenangan di medan perang, melainkan meningkatkan biaya regional dan global dari setiap upaya untuk menggulingkan rezim.

Meskipun pertempuran berhenti, ketegangan tidak hilang. Israel dan AS terus memberi sinyal bahwa putaran konfrontasi lain mungkin terjadi, dan persiapan Israel untuk skenario tersebut meningkat. Iran, pada bagiannya, juga tampak mempersiapkan diri untuk putaran kedua.

Pada saat yang sama, tekanan internasional terhadap program nuklir Iran meningkat. Seruan untuk menghapus pengayaan uranium, memindahkan uranium yang telah diperkaya, dan membongkar program nuklir Iran — mirip dengan model Libya tahun 2003 — semakin menguat. Negosiasi berlanjut, tetapi banyak di Teheran percaya pembicaraan ini kecil kemungkinan menghasilkan hasil bermakna dan justru hanya membeli waktu untuk pengaturan militer yang mungkin dilakukan.

Ketika perang ketiga yang dipaksakan dimulai, tujuan Israel dan AS tampak lebih luas dibanding konfrontasi sebelumnya. Para pemimpin Iran semakin menyimpulkan bahwa perang di masa depan pada akhirnya tidak hanya akan bertujuan merusak program nuklir, tetapi juga melemahkan atau menggulingkan sistem politik itu sendiri.

Sebagai hasilnya, para pemimpin Iran mulai mempersiapkan skenario tersebut melalui serangkaian langkah militer dan keamanan. Bagi kepemimpinan di Teheran, kelangsungan hidup tidak hanya terkait kekuasaan politik, tetapi juga pelestarian sistem politik yang berakar pada ideologi Islam Syiah. Karena itu, para pejabat mencoba membuat konsesi dalam negosiasi dengan harapan menghindari konflik yang lebih luas, meskipun banyak yang meragukan diplomasi akan berhasil.

Perhitungan ini membentuk persiapan Teheran untuk konfrontasi berikutnya. Ketika perang akhirnya dimulai, dan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dibunuh bersama beberapa komandan militer senior, respons Iran memperjelas bahwa mereka akan menghadapi konflik ini secara berbeda.

Perilaku Iran dalam perang ini dibentuk oleh keyakinannya bahwa konflik tersebut bersifat eksistensial. Inti strategi Teheran adalah meningkatkan biaya perang bagi semua pihak yang terlibat, bukan hanya bagi Iran sendiri.

Secara efektif, Iran memberi sinyal bahwa jika tujuan konflik adalah menjatuhkan sistem pemerintahan, maka kawasan yang lebih luas — dan mungkin sistem internasional — tidak akan tetap stabil. Logika ini menjelaskan penargetan Iran terhadap infrastruktur ekonomi dan energi, termasuk sumber daya minyak, pasokan gas, dan Selat Hormuz. Gangguan di koridor ini telah menyebabkan fluktuasi tajam di pasar global, dan gangguan lebih lanjut dapat mendorong harga melonjak signifikan.

Melalui strategi ini, Iran berusaha menunjukkan bahwa kejatuhan pemerintah di Teheran tidak akan terjadi dengan mudah. Pada saat yang sama, para pemimpin Iran meyakini bahwa AS dan Israel mengejar strategi kedua yang bertujuan melemahkan negara dari dalam.

Doktrin militer menunjukkan bahwa menggulingkan sistem politik biasanya memerlukan pasukan darat, seperti terlihat dalam perang di Irak dan Afghanistan, namun skenario seperti itu tampaknya kecil kemungkinan terjadi dalam kasus Iran.

Sebaliknya, Israel dan AS mungkin mencoba mendestabilisasi Iran secara internal dengan mendorong fragmentasi politik dan melemahkan institusi keamanan negara. Tujuannya adalah menguras kepemimpinan secara politik dan militer hingga tidak lagi mampu bertahan.

Akibatnya, perhatian meningkat pada kemungkinan mempersenjatai kelompok oposisi, termasuk kelompok Kurdi dan gerakan yang beroperasi di wilayah perbatasan timur Iran dekat Pakistan dan Afghanistan. Teheran merespons dengan memperketat aparat keamanan internal dan mengerahkan kapasitas militer yang lebih besar ke wilayah-wilayah tersebut.

Dengan demikian, perang Februari 2026 tampaknya bergerak ke arah yang jelas: entah menggulingkan sistem politik Iran atau mendorongnya ke ambang keruntuhan. Meskipun AS mungkin tidak selalu sepakat dengan Israel dalam setiap detail taktis, keduanya tampak berbagi pandangan bahwa kepemimpinan saat ini tidak boleh bertahan tanpa perubahan.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya
Back to top button