NUIM HIDAYAT

Benturan Nilai-Nilai Islam vs Barat

Sikap sombong, merasa diri paling hebat dan yang paling berhak mengatur dunia, inilah sifat yang membahayakan bagi manusia atau dunia. Keduanya merasa berada pada puncak teknologi dan ilmu pengetahuan, sehingga berhak untuk selalu ikut campur negara lain.

Sikap sombong ini adalah sikap Iblis yang membahayakan bagi kehidupan. Orang yang sombong, sulit mendengarkan nasihat orang lain. Orang sombong merasa dirinya paling hebat dan orang lain dianggap lebih rendah ilmunya dari dirinya.

Sikap sombong ini diabadikan oleh Al-Qur’an. Bagaimana manusia pertama Nabi Adam digoda Iblis sehingga harus turun dari surga. Maknanya orang yang terjangkit sikap Iblis ini hatinya selalu bergejolak tidak tenang, hingga musuhnya menderita seperti dirinya. Iblis ingin mengajak manusia sebanyak-banyaknya ke neraka.

Orang yang sombong merasa dirinya selalu membawa perbaikan, padahal ia sering membawa kerusakan. Renungkanlah ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur (sombong) dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS al Baqarah 34)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”.

أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS al Baqarah 11-12)

Keempat: Kebebasan Mutlak vs Kebebasan dengan Pagar

Barat menganut paham kebebasan mutlak yang harus dimiliki manusia. Maknanya orang mau telanjang bulat atau berpakaian mini dibebaskan mereka. Orang mau mabuk seharian dibebaskan. Orang mau berzina tiap hari dibebaskan. Orang mau mencaci maki dibebaskan.

Paham ini seolah bagus. Tapi sebenarnya banyak merugikan manusia atau banyak yang merusak manusia. Kita ambil contoh. Manusia dilarang mabuk ketika menyetir mobil, tapi tidak dilarang bila mabuk sendirian dalam rumah. Inilah aturan yang ambigu. Merusak orang lain, merusak diri sendiri dibolehkan.

Islam melarang perusakan diri sendiri maupun orang lain. Syariat Islam melarang seseorang untuk merusak dirinya sendiri. Misalnya minum minuman keras, menghisap ganja/heroin, bunuh diri dan lain-lain. Lihatlah Israel yang katanya punya kitab suci (kitab kotor) kebijakannya membuat banyak tentara yang stress dan bunuh diri.

Kebebasan mutlak berpakaian. Lihatlah gadis-gadis di Barat dengan pakaian seronoknya mereka bingung memilih pakaian. Mereka berpakaian untuk menonjolkan daya tarik seksualnya. Mereka tidak berfikir bahwa laki-laki yang melihatnya tidak konsentrasi dan cenderung timbul syahwat padanya. Sehingga banyak terjadi kekerasan seksual di sana. Bila wanita ingin menghilangkan kekerasan seksual padanya, maka seharusnya ia memakai pakaian yang tidak mengundang syahwat (jilbab).

‘Fashion-fashion show’ di Barat, ternyata ‘banyak terkait’ dengan jaringan prostitusi. Para gadis yang terlibat di situ jiwanya tidak stabil. Mereka mengalami kegundahan dengan berbagai aturan yang ada dan masa depan yang suram bagi mereka. Kesenangan syahwat hanya sebentar, setelah itu kesedihan yang melanda. Pesan Buya Hamka, nafsu itu awalnya manis tapi akhirnya pahit. Akal itu awalnya pahit, tapi akhirnya manis.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button