PARENTING

Sentuhan Kasih Orang Tua Lebih Berharga daripada Layar Gawai

Jakarta (SI Online) – Melarang anak bermain gawai kerap menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua karena tidak jarang anak justru menunjukkan reaksi emosional yang meledak-ledak atau tantrum.

Menyikapi situasi yang sering membuat orang tua lelah dan akhirnya menyerah tersebut, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di FK-KMK UGM, Prof. dr. Mei Neni Sitaresmi, Ph.D., Sp.A(K), mengungkapkan bahwa konsistensi adalah kunci utamanya.

“Terkadang bapak atau ibunya merasa capek, lalu anaknya tantrum minta main gadget, alhasil dikasih begitu saja,” tutur Prof. Mei, Sabtu (11/4/2026), seperti dilansir Kompas.com.

Menurut beliau, sikap tidak konsisten dari figur ayah dan ibu justru akan membuat anak semakin sulit diatur dan cenderung mengulangi perilaku buruk yang sama di kemudian hari.

Oleh karena itu, dalam menerapkan aturan terkait penggunaan gawai, seluruh anggota keluarga wajib memiliki kesepakatan yang jelas dan mengikat tanpa terkecuali.

“Padahal konsistensi antara kedua orangtua dan anggota keluarga lainnya dalam menerapkan larangan gadget ini penting dan harus disepakati bersama,” jelas Prof. Mei.

Jika aturan tersebut tidak ditegakkan secara disiplin, anak akan dengan mudah melihat celah untuk menjadikan tangisan sebagai senjata utama dalam mencapai keinginannya.

Saat anak mulai meluapkan emosinya, orang tua sering kali merasa panik dan terburu-buru untuk segera menghentikan tangisan sang anak.

Terkait kondisi psikologis anak ini, Prof. Mei justru menyarankan para orang tua untuk mengambil langkah yang lebih tenang dan tidak reaktif.

“Kalau anak tantrum, diamkan saja, selama anak tidak membahayakan diri dan keselamatannya, maka biarkan dia meluapkan emosinya,” ujarnya memberikan panduan bijak.

Langkah ini sangat penting agar anak dapat belajar mengenali serta mengelola emosi mereka secara mandiri tanpa harus ditenangkan secara instan oleh perangkat teknologi.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkeskotametro.org

“Hal ini tujuannya agar tantrum tersebut tidak jadi senjata anak supaya bisa dibiarkan bermain gadget,” lanjutnya menegaskan pentingnya ketegasan orang tua.

1 2Laman berikutnya
Back to top button