OPINI

Bermain Api dengan Kata Kafir?

Di satu sisi, betapa lancang mulut-mulut mereka. Sebab tanpa sadar dengan berani menyebut nama Allah Ta’ala, Dzat Yang Menyebut, “Ya Ayyuha al-Kafirun!” kepada orang kafir. Dengan mengatakan bahwa istilah kafir mengandung unsur “kekerasan teologis”! Astaghfirrullohal’adziim.

Padahal kata kafir bagi mereka yang berada di luar Islam. Sungguh lebih baik dari pada istilah yang digunakan oleh agama lain. Misal, umat Kristen menyebut mereka yang di luar agamanya sebagai The Lost Sheep (domba yang tersesat) dalam Matius 15:24. Sementara orang Yahudi dalam menyebut Goyim (yang merupakan sifat binatang buas) bagi mereka yang berada di luar agamanya (Baba Mezia 114b). Maka, hanya Islam yang memberi penghormatan bagi mereka yang beragama di luar Islam. Karena menganggap mereka sebagai manusia.

Sungguh, tak hanya kali ini pernyataan mereka mengundang amarah kaum muslimin. Setelah pernyataan bahwa mereka yang paling benar dan kunci dari surga. Kini mereka bermain api dengan kata kafir.

Akan lebih bijaksana jika mereka mau merenungi firman Allah Ta’ala dalam Surat at-Taubah [9] ayat 9 yang artinya :

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan.”

Meralat kata kafir yang telah ditetapkan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an. Demi mendapat simpati dari manusia. Apakah mereka tak takut kualat? Alih-alih meralat kata kafir, lebih baik meralat akal yang tak lagi sehat. Di satu sisi segera bermuhasabah dan bertaubat. Sebab telah bermain-main dengan Al-Qur’an yang merupakan kalam Allah Ta’ala. Astaghfirrullohal’adziim. WalLahu’alam.

Ummu Naflah
Penulis Bela Islam, Member AMK

Laman sebelumnya 1 2

Artikel Terkait

Back to top button