OASE

Bertakwa dalam Segala Keadaan

Ancamannya tidak bakalan bisa langsung masuk surga, yakni transit dulu di neraka karena sikap angkuhnya itu.

Menjadi orang kaya jangan sampai dilalaikan oleh hartanya yang banyak untuk beribadah dan berdakwah.

Allah SWT mengingatkan kepada orang-orang beriman agar harta dan anak mereka tidak melalaikan untuk berzikir kepada Allah SWT:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ۝٩

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Munafiqun 9).

Zikir di sini artinya luas yakni segala bentuk ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT.

Justru menjadi orang kaya itu dapat memperbanyak infak di jalan Allah. Inilah tamsil keutamaan infak di jalan Allah dalam Al-Quran :

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۝٢٦١

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah 261).

Keutamaan infak di jalan Allah sampai 700 kali lipat pahalanya. Infak di jalan Allah bisa sedekah kepada orang tua, anak yatim, fakir miskin dan juga bisa infak untuk aktivitas dakwah dan ibadah di masjid atau madrasah.

Saat Menjadi Penguasa

Saat menjadi penguasa, pejabat pemerintah atau pimpinan yang mempunyai otoritas kekuasaan justru dapat melakukan dakwah dan amar makruf nahi munkar dengan efektif kepada rakyat yang dipimpinnya.

Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

“Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman (HR Muslim).

Laman sebelumnya 1 2 3 4Laman berikutnya
Back to top button