OASE

Takwa Berkelanjutan: Makna Syawal dan Tantangan Era Digital (1)

Sebagaimana maklum diketahui, Syawal merupakan bulan yang datang setelah Ramadan. 1 Syawal adalah hari yang penuh kebahagiaan bagi umat Islam, karena pada hari itu mereka merayakan kemenangan dengan membaca takbir, tahmid, dan tahlil serta melaksanakan salat Idulfitri.

Sebagian masyarakat menggelar berbagai macam acara pada bulan Syawal sebagai bentuk perayaan. Adanya berbagai acara tersebut menunjukkan bahwa terdapat makna tertentu di bulan Syawal yang perlu dipetik dan direnungkan.

Makna Bulan Ramadhan

Untuk menemukan makna dan nilai bulan Syawal, terlebih dahulu kita perlu memahami makna dan nilai bulan sebelumnya, yaitu bulan Ramadan.

Sebagaimana diketahui, Ramadan adalah bulan di mana Allah Swt. mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan puasa selama satu bulan penuh (lihat: QS. Al-Baqarah: 183–185).

Di samping itu, terdapat banyak hadis yang membicarakan keutamaan-keutamaan bulan Ramadan. Di antaranya yang masyhur adalah:

مَن صامَ رَمَضانَ إيمانًا واحتِسابًا غُفِرَ له ما تَقدَّمَ مِن ذَنبِه

Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

مَن لَم يَدَعْ قَولَ الزُّورِ والعَمَلَ به، فليسَ للهِ حاجةٌ في أن يَدَعَ طَعامَه وشَرابَه

“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. al-Bukhari).

ولِلصّائِمِ فرحَتانِ: فرحةٌ حينَ يُفطِرُ، وفَرحةٌ حينَ يَلقى رَبَّه

“Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka (lebaran), dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.” (Hr. al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan ayat dan tiga hadis di atas berikut ini adalah makna bulan Ramadhan:

Pertama: Ramadhan sebagai madrasah Islamiyyah

Tujuan puasa, sebagaimana yang termaktub dalam ayat 183 surah al-Baqarah, adalah takwa. Sementara itu, secara umum tujuan pendidikan Islam juga membentuk manusia yang bertakwa.

Dengan demikian, terdapat kesesuaian antara pendidikan Islam dan syariat puasa dalam hal tujuannya, yaitu mencapai dan meningkatkan ketakwaan.

1 2 3Laman berikutnya
BACA JUGA
Close
Back to top button