Bisakah Sebuah Partai Berhaluan Kiri Sekaligus Zionis?
Jawabannya adalah tidak bisa. Namun, konsep "Zionisme Kiri" terus dipaksakan untuk menutupi sifat rasis dan kolonialnya.
Terjebak dalam Perangkap Kiri-Kanan Zionis
Terlepas dari rekam jejak panjang kejahatan yang dilakukan oleh Mapai dan pemerintahan Partai Buruh terhadap warga Palestina, banyak orang berhaluan kiri di Barat terus tertipu oleh label “sayap kiri” dalam konteks politik Israel. Mereka tampaknya percaya bahwa apa yang terjadi di Palestina sepenuhnya dapat disalahkan pada kekuatan politik sayap kanan Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Kampanye seperti yang dilakukan oleh Young Greens of Austria dan Israel’s Young Democrats memperkuat keyakinan keliru ini. Pada akhirnya, tujuan utama mereka bukanlah untuk memperkuat “suara-suara progresif” atau memberikan “perdamaian yang adil” bagi warga Palestina, melainkan untuk memaksakan kategori politik—”Zionis Kiri”—yang pada hakikatnya tidak koheren dan kontradiktif.
Rujukan yang terus-menerus terhadap “pemerintahan Netanyahu sayap kanan ekstrem” menjalankan fungsi politik tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa “Zionis Kiri” dapat menjadi alternatif progresif yang kredibel, yang mampu mengubah realitas kolonial tempat warga Palestina hidup dan tidak disalahkan atas kejahatan Israel.
Bingkai pemikiran seperti itu membebaskan struktur mendasar—kolonialisme pemukim Israel—dari tanggung jawab, dan memperlakukannya seolah-olah sebagai pilihan kebijakan dari sayap kanan ekstrem Israel semata, bukan logika dari Zionisme itu sendiri.
Warga Palestina tidak membutuhkan teori politik untuk melihat kebenaran. Generasi demi generasi dari mereka mengetahui, melalui darah dan daging mereka sendiri, bahwa tidak ada perbedaan antara Zionisme sayap kiri dan Zionisme sayap kanan dalam hal perampasan hak-hak mereka. Pendudukan tidak dimulai dari Netanyahu, dan pergantian pemerintahan tidak akan mengakhirinya.
Partai berhaluan kiri mana pun di Eropa atau di luarnya yang ingin tetap selaras dengan nilainya sendiri hanya memiliki satu jalur. Partai tersebut harus mendengarkan warga Palestina, mengikuti dan mendukung kekuatan seperti Partai Hijau Inggris dan Wales dalam menamai Zionisme sebagaimana adanya: sebuah ideologi kolonial pemukim yang rasis.
Bukan sebuah kebijakan yang harus direformasi, melainkan sebuah ideologi yang harus dihapuskan.[]
Sumber: Aljazeera.com






