Blunder Promosi ‘Tank Day’, Starbucks Tutup Massal Gerai di Korsel
Jakarta (Suaraislam.id) – Jaringan kedai kopi raksasa Starbucks Korea dilaporkan mengambil langkah ekstrem dengan menutup seluruh gerainya secara serentak demi memberikan pelajaran sejarah wajib bagi para karyawannya.
Keputusan krusial ini diambil menyusul skandal promosi komersial yang dinilai menghina tragedi pembantaian berdarah gerakan prodemokrasi di negara tersebut.
Penutupan massal yang dijadwalkan pada 22 Juni pukul 15.00 waktu setempat ini akan melibatkan lebih dari 2.000 gerai di seluruh penjuru Korea Selatan.
Baca juga: CEO Starbucks Korea Mengundurkan Diri Akibat Iklan
Pihak manajemen mewajibkan seluruh staf untuk menonton rekaman kuliah sejarah Korea modern serta mengikuti pelatihan kepekaan sosial.
Langkah ini diperkirakan akan memicu kerugian penjualan hingga 2,1 miliar won atau setara dengan 1,4 juta dolar AS.
Krisis hubungan masyarakat ini meletus setelah Starbucks Korea meluncurkan program diskon untuk seri wadah minuman merek “Tank” mereka tepat pada 18 Mei lalu.
Tanggal tersebut merupakan hari peringatan nasional untuk mengenang tragedi pembantaian massal Gwangju yang terjadi pada tahun 1980 silam.
Dampak dari kecerobohan promosi bertajuk “Tank Day” tersebut langsung memicu gelombang kemarahan publik dan aksi boikot besar-besaran di berbagai kota.
Banyak pelanggan setia meluapkan kekesalan dengan menghancurkan cangkir serta wadah minuman Starbucks secara terbuka, hingga membuat kementerian pemerintah memutuskan hubungan kerja sama dengan waralaba tersebut.
“Volume pembayaran dilaporkan sempat anjlok hingga 26% pada pekan pertama setelah kontroversi meletus, dan meskipun sempat menunjukkan tanda pemulihan sebesar 12,8% di awal Juni, angka transaksi tersebut masih berada 25% di bawah level normal sebelum krisis terjadi,” rilis lembaga riset data pasar IGAWorks mengenai kerugian masif perusahaan.






