Bongkar Mafia Haji dan Umrah, Kemenhaj Buka Hotline Pengaduan
Jakarta (Suaraislam.id) — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) resmi meluncurkan layanan pengaduan hotline Bongkar Mafia Haji dan Umrah untuk mempercepat penanganan laporan masyarakat.
Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan satu tahun berdirinya kementerian tersebut yang digelar melalui Hari Khidmat di Kantor Kemenhaj, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
Masyarakat yang mengetahui indikasi dugaan penipuan maupun persoalan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dapat melapor melalui nomor 0811-8885-888.
“Hari ini, salah satu yang kita akan launching itu adalah bongkar mafia haji dan umrah, atau hotline bongkar mafia haji dan umrah,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak saat mendampingi Menhaj Muhammad Irfan Yusuf dalam konferensi pers.
Dahnil menjelaskan, Hari Khidmat sebenarnya ditetapkan pada 8 September. Tanggal tersebut menandai resmi hadirnya Kemenhaj seiring pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah.
“Pertama, saya mulai dari kita memahami khidmat, hari khidmat hari ini. Yang sebenarnya hari khidmat ditetapkan Pak Menteri haji dan umrah pada tanggal 8 September karena pada tanggal 8 September itulah kemudian Kementerian Haji dan Umrah itu resmi hadir, seiring dengan pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah,” kata Dahnil.
Dahnil menegaskan, peluncuran layanan pengaduan ini menjadi bentuk komitmen Kemenhaj untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membersihkan penyelenggaraan haji dan umrah dari praktik yang merugikan publik.
“Pada hari ini, pada hari khidmat, kita ingin mengingat itu kembali, dan salah satu upaya keberadaan Kementerian Haji itu adalah bagi pelayanan haji yang lebih baik,” kata Dahnil.
Fokus Pemberantasan Mafia dan Akselerasi Pengaduan
Sejak awal pembentukan Kemenhaj, pemberantasan praktik mafia haji dan umrah telah menjadi salah satu isu utama. Setahun menduduki kursi Wamenhaj, Dahnil mengungkapkan bahwa laporan mengenai dugaan penipuan perjalanan ibadah masih marak diterima.
“Nah hari ini, setiap hari Dirjen Bina Haji dan Umrah, Dirjen Pengendalian Haji dan Umrah, tim yaitu termasuk saya, Pak Menteri, itu dapat ribuan laporan penipuan umrah, penipuan haji. Dan setiap hari kita berkutat dengan masalah-masalah itu. Belum lagi masalah penyelenggaraan hajinya yang memang sejak awal kita ingatkan bahwasanya ada kartel haji yang isinya tentu adalah mafia-mafia haji dan umrah,” beber Dahnil.
Layanan pengaduan ini dibuka agar masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan secara cepat kepada pemerintah. Dahnil juga mengingatkan jajarannya agar siap bekerja responsif menghadapi banyaknya aduan yang masuk.
“Untuk mengakselerasi masalah-masalah itu, kami membuka diri kepada publik supaya publik bisa melakukan pengaduan sesegera mungkin,” ujarnya.






