SEHAT

Bukan Monopoli Perempuan, Satu dari Tiga Pria Terinfeksi HPV

Jakarta (SI Online) – Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) dr. Hanny Nilasari mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa beban global infeksi human papillomavirus (HPV) pada kaum adam sangatlah tinggi.

“Virus namanya human papillomavirus, makanya disingkat menjadi HPV, merupakan penyakit yang bisa mengenai kulit dan juga bisa mengenai kelamin, dan ini adalah paling umum di seluruh dunia,” kata Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, dalam acara kesehatan bersama MSD Indonesia, di Jakarta, Selasa (21/04).

Hanny mematahkan stigma yang selama ini menganggap HPV sebagai virus yang hanya mengincar sistem reproduksi perempuan.

“Hanya perempuan yang dapat terkena HPV, salah. Kenyataannya faktanya perempuan dan laki-laki keduanya berisiko untuk mendapatkan infeksi HPV,” tutur dia.

Data menunjukkan bahwa risiko infeksi pada laki-laki bukan sekadar angka kecil, melainkan ancaman nyata yang bisa berujung pada keganasan berbagai jenis kanker.

“Satu dari tiga pria lebih dari usia 15 tahun ini juga terinfeksi HPV, jadi global burden-nya ini sangat tinggi sekali. Infeksi pada laki-laki bisa terjadi ada yang disebut kanker penis, kanker skrotum, kanker anus, mulut, dan tenggorokan,” imbuh dia.

Selain masalah gender, dokter spesialis lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa penularan tidak melulu soal aktivitas seksual di tempat tidur.

Fakta medis membuktikan virus ini mampu berpindah melalui kontak kulit ke kulit serta transmisi dari ibu ke bayi saat proses persalinan normal.

Hanny juga menepis kekhawatiran orang tua mengenai vaksinasi dini yang dianggap menjadi pemicu perilaku seks bebas pada remaja.

“Jadi jangan dibalik-balik ya, karena vaksin HPV ini adalah vaksin yang justru melindungi dan memproteksi kita sejak dini dari paparan HPV,” tegas Hanny.

Ia menegaskan bahwa perlindungan melalui imunisasi rutin justru merupakan langkah preventif medis yang harus dipisahkan dari persepsi perilaku sosial.

Mengenai anggapan bahwa vaksinasi pria hanya tren di Barat, ia memberi contoh negara-negara teluk seperti Qatar dan Kuwait yang telah menerapkan kebijakan vaksin netral gender.

Ads: Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Poltek Kesehatan kunjungi poltekkesjabar.org

Hanny berharap masyarakat mulai berani menghadapi isu HPV sebagai bagian dari pemeliharaan kesehatan yang objektif tanpa dibayangi rasa takut berlebih.

“HPV ini bukan sesuatu yang harus ditakuti tetapi infeksi HPV ini justru kita lihat dari sisi kesehatan,” kata dia.[]

Sumber: ANTARA

Back to top button