Dari Eks Kapolri hingga Perwira Antiteror: Ini Profil Tiga Tersangka Penyadapan Presiden
Siapa Irjen Pol. Ahrie Sonta?
Ahrie Sonta merupakan perwira tinggi lulusan Akpol 2002 yang pernah menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta ajudan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjabat Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi. Penunjukan ini merupakan bagian dari mutasi 88 perwira tinggi dan menengah Polri pada Oktober 2026.
Perwira Polri tersebut berpengalaman di bidang operasional, reserse, pemberantasan narkotika, hingga pengawasan internal.
Selain pengalaman kedinasan, Ahrie memiliki latar belakang pendidikan akademis di bidang hukum dan ilmu kepolisian hingga jenjang doktoral.
Perjalanan kariernya menyita perhatian publik karena berhasil meraih pangkat jenderal bintang dua pada usia yang relatif muda.
Baca juga: Tiga Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Salah Satunya
Siapa Irjen Pol. Eko Hadi Santoso?
Eko Hadi Santoso menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri sejak Oktober 2026.
Sebelumnya, ia memimpin Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri selama 1,5 tahun sebelum dimutasi pada akhir Agustus 2026.
Eko merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang angkatan keempat tahun 1996 dan lulus dari Akpol pada 1999 (Batalyon Endra Dharmalaksana).
Kariernya banyak ditempa di bidang reserse, khususnya pengungkapan tindak pidana terorisme, sehingga ia dikenal sebagai perwira antiteror.
Nama Eko mulai dikenal publik saat menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dengan pangkat AKBP pada 2018.
Pada Agustus 2020, ia diangkat menjadi Kabag Monev Ropinops Bareskrim Polri.
Ia naik pangkat menjadi brigadir jenderal pada 2022 saat menjabat Pengembang Teknologi Informasi Kepolisian Utama Tingkat II Divisi TIK Polri.
Eko menjadi alumni Akpol 1999 pertama yang meraih pangkat jenderal bintang satu.
Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menunjuk Eko sebagai Dirtipidnarkoba Bareskrim melalui Surat Telegram Nomor ST/488/III/KEP./2025 tertanggal 12 Maret 2025.
Di bawah kepemimpinannya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim menangani pelbagai kasus jaringan internasional.[]
Sumber: BBC News Indonesia





