Delapan Adab kepada Allah Swt
5. Takut kepada Allah
Setiap Muslim wajib menanamkan rasa takut hanya kepada Allah Swt. Perintah ini tertuang dalam al-Qur’an: “…Janganlah kamu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada-Ku…” (QS Al-Maidah [5]: 44).
Kita sering kali takut kehilangan pekerjaan atau takut terhadap penilaian orang lain. Namun, jangan sampai rasa takut kepada makhluk mengalahkan rasa takut kita kepada Allah Swt.
6. Malu kepada Allah
Allah Swt. Maha Melihat, Maha Mendengar, dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Sudah sepatutnya kita merasa malu untuk bermaksiat kepada-Nya, meskipun secara sembunyi-sembunyi.
Rasa malu tersebut merupakan cerminan nyata dari bagian keimanan seseorang. Rasulullah saw. menegaskan keutamaan sifat ini dalam berbagai tuntunannya.
7. Bertaubat kepada Allah
Manusia merupakan tempatnya salah dan khilaf dalam menjalani kehidupan. Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik–baik orang yang berbuat salah adalah yang bertobat.” (HR At-Tirmidzi).
Pintu taubat dari Allah Swt. selalu terbuka lebar bagi hamba-Nya yang ingin kembali.
8. Berprasangka Baik (Husnudzan) kepada Allah
Kita dilarang keras untuk berburuk sangka terhadap segala ketetapan Allah Swt. Allah Swt. mengingatkan tentang celanya prasangka buruk: “Tetapi kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu kerjakan.” (QS Fushshilat [41]: 22).
Sangkaan buruk seperti inilah yang justru akan membinasakan kehidupan seorang hamba.
Pada akhirnya kita menyadari bahwa masalah terbesar kita bukanlah kurangnya rezeki, melainkan kurangnya adab. Selama kita masih diberi nikmat, selama itu pula Allah Swt. menuntut adab dari kita.
Tuntutan ini ada bukan karena Allah Swt. butuh, melainkan karena kitalah yang membutuhkan-Nya. Kita sangat membutuhkan rida-Nya, kasih sayang-Nya, dan surga-Nya.
Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing kita agar selalu berada dalam ketaatan dan kebaikan. Amin. []






